Powered By Blogger

Home

Showing posts with label megawati. Show all posts
Showing posts with label megawati. Show all posts

Saturday, 16 August 2014

Kembali Foto Jokowi Cium Tangan Megawati, SBY, & JK Bikin Heboh

Tingkah polah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang juga calon presiden PDI Perjuangan benar-benar menjadi sorotan publik.

Kejadian yang sedianya tampak biasa saja, menjadi perbincangan dengan cepat di dunia maya akibat pesatnya arus informasi melalui internet.

Di jagat media sosial, bertebaran foto-foto yang tengah hangat diperbincangkan oleh netizen, sebutan bagi pengguna internet. Setelah dihebohkan oleh foto saat Jokowi mengenakan sepatu disandingkan dengan calon presiden dari Partai Gerindera Prabowo Subianto, kini foto-foto Jokowi bersalaman dengan sejumlah tokoh kembali menghebohkan dunia maya.

Salah satu kehebohan yang muncul adalah ketika Jokowi bersalaman dengan Wakil Ketua DPR Prio Budi Santoso yang merupakan fungsionaris Partai Golkar. Jokowi tampak menunduk hormat kepada Prio dihadapan banyak orang.

Jokowi dan Prio yang sama-sama mengenakan kemeja berwarna putih itu tengah bersalaman di depan Ketua BKPM Mahendra Siregar. Prio mengatakan melalui akun Twitternya @PrioBudiS bahwa foto tersebut diambil saat acara hari buruh di Istora Senayan Jakarta.

"Itu acara hari buruh di stadion Istora Jakarta," kicaunya, Rabu (2/4/2014).

Foto Jokowi bersalaman dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga mengundang reaksi masyarakat di jagat dunia maya.

Jokowi tampak mencium tangan Megawati sambil memegang nasi tumpeng dihadapan Puan Maharani dan Sekjen PDI Pejuangan Tjahyo Kumolo. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah sebagai ciri khas PDI Perjuangan.

Pada foto berikutnya, Jokowi bersalaman sambil menunduk kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Keduanya terlihat mengenakan sarung dan kopiah dan kemeja putih berbalut jas hitam.

Pada foto keempat, mantan Wali Kota Solo ini bersalaman dengan Ketua PMI M. Jusuf Kalla sembari merundukkan badan. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak sebagai ikon saat bertarung dalam Pilgub tampak menyunggingkan tawanya.

Sementara JK, mantan wakil presiden, yang mengenakan kemeja putih dan peci juga menyunggingkan tawa renyahnya. Diduga foto tersebut diambil saat Jokowi akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Pada foto terakhir, Jokowi tampak mencium tangan mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Foto ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Saat itu, Jokowi dan Bibit sempat berseteru terkait rencana pembangunan pusat perbelanjaan di Solo. Namun, rencana itu ditolak mentah-mentah oleh Jokowi.

Berikut foto-foto yang beredar di media sosial :

1. Jokowi bersalaman dengan Prio Budi Santoso


2. Jokowi bersalaman dengan Megawati Soekarnoputri


3. Jokowi bersalaman dengan SBY


4. Jokowi bersalaman dengan JK


5. Jokowi bersalaman dengan Bibit Waluyo



Saturday, 15 March 2014

Jokowi Capres, Perjanjian Batutulis Beredar. Ini Isinya

Joko Widodo mencium bendera Merah Putih usai diumumkan sebagai Capres 2014 dari PDI Perjuangan
Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atas penunjukkan Joko Widodo sebagai calon presiden mengundang reaksi beragam termasuk beredarnya dokumen perjanjian Batutulis.

Dokumen perjanjian yang berisi tujuh poin kesepakatan itu ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada 16 Mei 2009. Saat itu, keduanya berkoalisi sebagai Capres dan Cawapres dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindera.

Jika mengacu pada dokumen yang ditandatangi Megawati Soekarnoputri di atas materai Rp6.000 itu, pencapresan Joko Widodo tentu telah melanggar perjanjian. Namun, hingga saat ini, belum ada yang bersedia mengkonfirmasi keaslian dokumen tersebut.

Dokumen yang diduga perjanjian Batutulis

Berikut isi dokumen perjanjian Batutulis selengkapnya :

Kesepakatan bersama PDI Perjuangan dan Partai Gerindera dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia 2009-2014

Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden
Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindera) sepakat mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009.

2. Prabowo Subianto sebagai wakil presiden, jika terpilih, mendapat penugasan untuk mengendalikan program dan kebijakan kebangkitan ekonomi Indonesia yang berdasarkan azas berdiri di kaki sendiri, berdaulat di bidang politik, dan kepribadian nasional di bidang kebudayaan dalam kerangka sistem presidensial. Esensi kesepakatan ini akan disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri pada saat pengumuman pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden serta akan dituangkan lebih lanjut dalam produk hukum yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

3. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bersama-sama membentuk kabinet. Berkaitan dengan penugasan pada butir 2 diatas, Prabowo Subianto menentukan nama-nama menteri yang terkait. Menteri-menteri tersebut adalah Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Pertahanan.

4. Pemerintah yang terbentuk akan mendukung program kerakyatan PDI Perjuangan dan 8 (delapan) program aksi Partai Gerindera untuk kemakmuran rakyat.

5. Pendanaan pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ditanggung secara bersama-sama dengan presentase 50% dari pihak Megawati Soekarnoputri dan 50% dari pihak Prabowo Subianto.

6. Tim sukses pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dibentuk bersama-sama melibatkan kader-kader PDI Perjuangan dan Partai Gerindera serta unsur-unsur masyarakat.

7. Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014.

Jakarta, 16 Mei 2009

(tandatangan di atas materai Rp6.000)
Megawati Soekarnoputri 

(tandatangan)
Prabowo Subianto