Powered By Blogger

Home

Showing posts with label air terjun. Show all posts
Showing posts with label air terjun. Show all posts

Monday, 23 December 2013

Inilah 6 Destinasi Wisata Eksotis Wajib Dikunjungi di Sumut

Liburan tentu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur bersama rekan maupun keluarga. Jika tengah berlibur di Sumatra Utara, Anda wajib mengunjungi 6 destinasi wisata indah di provinsi ini.

Sumut merupakan provinsi yang yang terletak di Pulau Andalas alias Sumatera dengan ibukota Medan. Provinsi yang paling padat di luar Jawa ini memiliki populasi sekitar 13 juta jiwa. Bagaimana dengan keindahan alam dan budayanya? Paket lengkap!

Di Sumut ada budaya Batak, Melayu, Jawa, Karo, Mandailing, China, India, hingga Arab. Alamnya ada Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia, pemandian air panas, kebun teh, gunung berapi, pantai dan pulau berpasir putih, terumbu karang, sungai berarus menantang, dan sejuta panorama indah yang mempesona lainnya.

Berikut 6 Destinasi wisata indah yang wajib Anda kunjungi di Sumut :

1. Danau Toba dan Samosir
Danau Toba

Tentu Sumut identik dengan Danau Toba. Danau vukanik terbesar di dunia ini direncanakan akan menjadi world geopark. Selain karena asal usul terbentuknya danau ini yang mengundang decak kagum, keindahan alam danau yang ada di 7 Kabupaten/Kota ini juga memiliki daya pikat tersendiri.

Jika ingin menikmati Danau Toba dalam kemeriahan, coba datang pada minggu kedua bulan September setiap tahun. Festival Danau Toba menjadi agenda rutin yang menampilkan berbagai atraksi budaya Sumut.

Selain itu, menikmati Danau Toba juga tidak hanya dari Parapat saja. Berbagai sudut danau ini benar-benar membuat decak kagum. Berwisata budaya di Tomok, Pusuk Buhit, hingga belajar menenun di Samosir merupakan kegiatan wisata yang tak ternilai.

2. Kawah Putih Tinggi Raja
Kawah Putih Tinggi Raja

Kawasan wisata Kawah Putih Tinggi Raja mulai populer dikalangan wisatawan sejak 2005 lalu. Keindahan kawah ini patut disejajarkan dengan Hot Spring Pamukkale di Turki dan Kawah Putih di Ciwidey Bandung.

Terletak di Desa Dolok Tinggi Raja Kecamatan Silau Kahean yang berada di ujung pelosok Kabupaten Simalungun, Sumut. Berada di tengah-tengah kawasan hutan lindung, terdapat pesona bukit kapur seputih salju dengan danau air panas berwarna biru kehijauan.

Dipastikan siapa saja yang melihatnya, akan dibuat ternganga dan terbelalak. Kaget, kagum, terpesona, hingga tak percaya. Di sebuah tempat yang sangat terpencil ada secuil keindahan taman surga.

3. Danau Linting
Danau Linting berwarna hijau

Sumatra Utara ternyata tidak hanya memiliki Danau Toba yang terkenal sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Sumut juga menyimpan banyak lokasi-lokasi wisata yang mempesona selain Danau Toba dan tentu patut untuk dijelajahi.

Danau Linting adalah salah satu pesona wisata yang ada di Sumut. Danau ini terletak di tiga desa yakni Desa Sibunga-Bunga, Desa Gunung Manumpak dan Desa Durian IV Mbelang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deliserdang.

Memang, danau ini belum sohor layaknya Danau Toba. Namun, keindahan alam Danau Linting layak untuk dinikmati para pencinta keindahan alam.

Danau seluas sekitar satu hektar itu berwarna hijau toska, tapi ada juga yang bilang kalau danau itu berwarna biru kehijauan. Danau berair panas itu tidak berbau belerang.

4. Air Terjun Dua Warna
Air Terjun Dua Warna Sibolangit

Salah satu keindahan yang tersembunyi di Sumut adalah Air Terjun Dua Warna atau dikenal Air Terjun Telaga Biru Sibolangit. Air terjun dengan tinggi lebih dari 75 meter itu terletak di ketinggian 1.475 Mdpl.

Mengalir dari hulu sungai Sinembah 1 dan terbentuk dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam, membuat air terjun ini tampak eksotis dibandingkan dengan pemandangan serupa.

Disebut dua warna karena di dalam satu lokasi terdapat dua air terjun yang berbeda warna. Satu air terjun berwarna biru kehijauan sedangkan air terjun lainnya berwarna putih jernih.

Kedua air terjun tersebut saling berhadapan dengan suhu yang berbeda pula. Namun, yang paling mempesona adalah air terjun berwarna biru kehijauan dengan kandungan belerang yang keluar dari dinding-dinding bebatuan.

5. Pulau Mursala dan Sibolga
Air Terjun Mursala di Sibolga

Pernah menonton film King Kong yang terkenal itu? Ternyata film itu pernah shooting di Indonesia lho, tepatnya di Pulau Mursala. Pulau ini memiliki salah satu air terjun terindah di Tanah Air.

Air terjun Mursala namanya. Keunikan air terjun ini karena air yang jatuh dari tebing langsung menuju laut lepas di Samudera Hindia. Keren! Jarang wisatawan tahu keindahan ini.

Selain menikmati air terjun di Pulau Mursala, Anda juga bisa menikmati pulau pribadi di gugusan kepulauan Tapanuli Tengah ini. Pasir putih dengan air jernih berwarna biru menjadi daya tarik tersendiri untuk melepas kepenatan setelah beraktivitas.

Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati Pantai Pandan di Sibolga serta kota pelabuhan tertua di Indonesia : Barus. Dari Baruslah konon agama Islam dan Kristen masuk ke Indonesia.

6. Pulau Berhala
Pulau Berhala Sergei

Pulau ini tengah naik daun dikalangan pencinta wisata di Medan dan sekitarnya. Pulau Berhala seperti layaknya privat island, pulau pribadi. Sebagai pulau terluar ke-10 Indonesia, pulau ini berbatasan dengan Malaysia dan akan dikembangkan menjadi marine tourism atau wisata bahari oleh Pemkab Serdang Bedagai.

Pulau seluas 5 hektare ini masuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Beringin, Sumatera Utara, terletak di selat malaka. Berada di titik koordinat 030  46’38”U dan 990 30’03”T, Pulau Berhala hanya berjarak 17 Km dari bibir pantai Tanjung Beringin atau 65 Km dari Pelabuhan Belawan Medan.

Potensi wisata yang dimiliki pulau ini memang luar biasa. Laut yang bersih dan jernih serta alam tropis yang benar-benar belum tersentuh. Dengan alam yang mempesona itu dan berada di perbatasan. Pulau ini di jaga oleh Marinir, TNI dan Angkatan Laut. Pulau Berhala memiliki terumbu karang yang masih bagus dan terdapat banyak jenis ikan yang hidup di perairan dangkal.

*******

Saturday, 16 November 2013

Air Terjun Sipiso-Piso, Sisi Lain Danau Toba

Danau Toba menjadi magnet bagi turis untuk mengunjungi Sumatra Utara. Danau yang membentang di 7 kabupaten/kota di Sumut ini memiliki banyak pesona dari berbagai sisinya.

Salah satu sudut Danau Toba yang sayang untuk dilewatkan adalah pesona Air Terjun Sipiso-piso. Air terjun yang tercatat tertinggi ke-4 di Indonesia ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter.

Sipiso-piso terletak di sebelah utara Danau Toba tepatnya di Desa Sitongging, sekitar 24 kilometer dari Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo. Air terjun Sipiso-piso terbuat dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba.

Berada di ketinggian 800 Mdpl, cuaca di sekitar air terjun ini tergolong sejuk. Butuh perjuangan dan mengeluarkan sedikit keringat untuk menuju air terjun yang berasal dari kata piso dalam bahasa Karo karena bentuknya yang menyerupai pisau ini.

Setelah membayar retribusi sekitar Rp5.000, pengunjung harus menuruni ribuan anak tangga sekitar 1 jam untuk menuju air terjun Sipiso-piso. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati indahnya Danau Toba dari sisi Tongging.

Pemandangan Danau Toba menjadi pelengkap keindahan air terjun ini. Pihak Dinas Pariwisata setempat menyediakan sebuah taman lengkap dengan tempat beristirahat di area parkir kendaraan.

Dari puncak pemandangan ke arah utara, disuguhi cantiknya air terjun Sipiso-Piso. Menoleh ke arah selatan, wisatawan akan terpana dengan Danau Toba dari ketinggian.

Tak sedikit wisatawan yang memilih untuk menikmati keindahan keduanya dari taman. Sebagian wisatawan lain memilih untuk menuruni anak tangga dan mencapai air terjun serta menikmati kesegaran airnya.

Dari kejauhan saja, tampias air terjun Sipiso-piso telah terasa. Dinginnya air memberikan kesegaran tersendiri bagi siapa saja yang menceburkan diri di aliran sungai Sipiso-piso.

Pekerjaan berat yang tentu melelahkan adalah kembali menaiki ribuan anak tangga menuju area parkir. Banyak wisatawan yang kelelahan karena usai bermain air di bawah air terjun Sipiso-piso harus kembali menaiki ribuan anak tangga itu.

Stamina dan tenaga harus benar-benar disiapkan dengan membawa perbekalan yang cukup. Meskipun tangga tersebut terbuat dari semen dan aman untuk dilalui, tidak sedikit wisatawan yang berkali-kali berhenti akibat kelelahan.

Setelah menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dan Danau Toba dari kejauhan, wisatawan bisa langsung menuju Tongging. Salah satu sudut Danau Toba di Kabupaten Karo ini tak kalah mempesona.

Berjarak sekitar 11 Km dari area parkir air terjun Sipiso-piso, wisatawan bisa menikmati kesegaran air Danau Toba. Berenang dan memancing, menjadi salah satu kegiatan favorit di Tongging.

Lapar? coba menikmati ikan bakar yang dihasilkan dari Danau Toba. Wisatawan dapat memilih sendiri ikan segar yang ingin dinikmatinya. Namun jangan salah, porsinya rata-rata dijual per kilogram dengan harga yang terjangkau.

Di Tongging, tersedia juga penginapan-penginapan dengan tarif sekitar Rp100.000 hingga Rp500.000 per malam. Anda dapat menikmati ketenangan alam Danau Toba di sisi lain selain Parapat.

Untuk menuju Sipiso-piso dan Tongging, perjalanan dapat ditempuh sekitar 3-5 jam dari Medan. Kendaraan pribadi maupun umum bisa melalui Kabanjahe melalui Berastagi hingga Merek.

Pemandangan hijaunya pegunungan Toba dengan jalan berkelok-kelok menjadi nilai tambah menuju danau vulkanik terbesar di dunia ini. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap keindahan alam itu dengan bidikan mata kamera. Selamat berlibur.


Saturday, 19 October 2013

Terpesona Oleh Cantiknya Air Terjun Dua Warna


Sumatra Utara layaknya surga bagi penikmat petualangan dan keindahan alam yang masih belum banyak terjamah tangan-tangan jahil manusia. Keindahan alam di Sumut dapat membuat siapapun terpesona oleh kecantikannya.

Tengoklah Pulau Berhala, Pulau Mursala, Air Terjun Sipiso-piso, Danau Toba, dan ratusan lokasi wisata lain yang tersebar di seluruh wilayah Sumut.

Salah satu keindahan yang tersembunyi di Sumut adalah Air Terjun Dua Warna atau dikenal Air Terjun Telaga Biru Sibolangit. Air terjun dengan tinggi lebih dari 75 meter itu terletak di ketinggian 1.475 Mdpl.

Mengalir dari hulu sungai Sinembah 1 dan terbentuk dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam, membuat air terjun ini tampak eksotis dibandingkan dengan pemandangan serupa.

Disebut dua warna karena di dalam satu lokasi terdapat dua air terjun yang berbeda warna. Satu air terjun berwarna biru kehijauan sedangkan air terjun lainnya berwarna putih jernih.

Kedua air terjun tersebut saling berhadapan dengan suhu yang berbeda pula. Namun, yang paling mempesona adalah air terjun berwarna biru kehijauan dengan kandungan belerang yang keluar dari dinding-dinding bebatuan.

Air terjun yang berwarna biru indah memiliki suhu sangat dingin berhias tebing-tebing berlumut. Jatuhnya air membentuk kolam yang menggenang cukup luas dan menegaskan warna kebiruannya akibat aliran kandungan belerang.

Uniknya meskipun mengandung air belerang, air terjun yang telah sohor beberapa tahun terakhir ini tidak tercium bau belerang sama sekali. Tapi jangan sekali-kali mencoba untuk meminum airnya karena dikhawatirkan berbahaya.

Informasi yang beredar di masyarakat setempat, air terjun itu dinamakan dua warna karena saat air jatuh dari ketinggian tampak berwarna putih kelabu. Namun, ketika air itu telah tergenang berubah warna menjadi biru kehijauan.

Akan tetapi, di sekitar air terjun terdapat beberapa masyarakat yang berjualan kopi, mi instan, maupun makanan ringan lain, mengakibatan keindahan air terjun ini sedikit ternoda.

Untuk menikmati air tejun ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi dari Medan menuju Berastagi. Berjarak sekitar 57 Km atau ditempuh sekitar 1 jam perjalan tepatnya di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Desa Durin Sirugun, Kabupaten Deli Serdang.

Jika membawa kendaraan pribadi, bisa dititipkan di posko ranger sekaligus membayar retribusi menuju air terjun Rp22.500/orang. Dari posko ranger, wisatawan akan dipandu oleh seorang 'guide' untuk tracking menembus hutan tropis yang masih perawan.

Tracking di hutan tropis membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Wisatawan dapat menikmati segarnya udara hutan tropis dengan pepohonan yang rimbun dan lembab serta aliran sungai berbatu dengan air yang sangat jernih.

Bila ingin berkemah, di hutan ini juga terdapat shelter atau kawasan disela-sela pepohonan yang memang diperuntukkan bagi lokasi camping. Tak perlu khawatir, jika di akhir pekan, banyak pencinta alam dan wisatawan yang camping di shelter tersebut.

Setibanya di air terjun, segala kepenatan dalam perjalanan menembus hutan tropis punggung Gunung Sibayak akan terbayar. Siapapun akan terpesona oleh kecantikan panorama air terjun dan keindahan alam di sekitarnya. Wonderful Indonesia.

Sunday, 23 June 2013

Wisata Negeri Suah Bersama Komunitas Medan Petualang

Air Terjun Sampuren Putih Deliserdang Sumut
Libur peringatan Isra' Mi'raj dimanfaatkan sebagian besar masyarakat Kota Medan untuk berlibur baik bersama teman-teman ataupun bersama keluarga.

Salah satu tempat wisata yang ramai diserbu masyarakat Medan adalah wisata Air Terjun Sempuren Putih. Wisata alam yang ada di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, ditempuh 2-3 jam dari Medan.

Masyarakat menikmati keindahan alam air terjun setinggi 5 meter dengan air yang sejuk dan jernih. Mereka bisa mandi dan terjun dari ketinggian tebing sekitar 5 meter ke dalam air.



Komunitas Medan Petualang di Bumi Perkemahan Sibolangit Deliserdang

Risma, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan, mengaku berwisata bersama teman-teman dalam komunitas "Medan Petualang". Tujuannya untuk menyegarkan pikiran dari aktifitas kuliah yang sedang dijalaninya sehari-hari.


Dia bersama 30 orang dari komunitas tersebut mengisi hari libur dengan mengunjungi air terjun Sempuren Putih dan wisata air panas Dua Rasa.

Menurutnya, air terjun Sempuren Putih tergolong indah, sejuk dan alami. Namun, dia menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pariwisata menjadikan lokasi wisata ini tidak terkelola dengan baik.

"Sebenarnya bagus, hanya kurang dikelola oleh pemerintah. Belum ada jalan dan fasilitas, kalau memang pemerintah peduli pasti bagus," ujarnya.

Baginya, wisata ke air terjun ini terbilang murah dan dekat dari Medan. Perempuan yang suka jalan-jalan ini biasanya memamerkan aktifitas wisata ke teman-temannya melalui media sosial.


Air Dua Rasa di Negeri Suah Deliserdang Sumut
Dia berharap, dengan aktifitas di media sosial tersebut bisa ikut mempopulerkan lokasi-lokasi wisata yang indah di Sumatra Utara. Tempat-tempat yang pernah dikunjunginya antara lain Pulau Berhala, Danau Toba, Berastagi, Kebun Teh Sidamanik Siantar dan tempat-tempat lainnya.

Sementara itu, DJ Manik, seorang Purnawirawan Polri, mengaku baru pertama kali mengunjungi tempat wisata air terjun Sempuren Putih. Dia bersama dengan  40 orang rekannya dari Gereja Mamre Runggun, Tanah Karo.

Dia menilai, air terjun yang indah itu kurang layak untuk wisata keluarga. Pasalnya, akses jalan melalui hitan dan jurang akan membahayakan anak-anak.

"Harusnya jalan diperbaiki, ditarif juga tidak apa-apa yang penting ada fasilitas seperti toilet, kamar ganti atau persewaan pakaian," paparnya.

Sekitar satu kilometer dari air terjun Sempuren Putih, ada sebuah sungai yang dikenal dengan sebutan Air Dua Rasa. Di sungai tersebut ada sumber air panas yang keluar dari sisi samping sungai dan bercampur dengan air dingin.

Sungai berbatu tersebut terlihat unik karena disaat yang bersamaan wisatawan bisa berendam di air dingin dan air panas alami. Bebatuan di sungai tersebut juga ada dua warna yakni hitam dan putih.

Air yang mengalir selain suhunya berbeda, juga memiliki warna yang berbeda. Hal itu akibat pengaruh dari kandungan belerang pada air panas yang berakibat air terlihat berwarna putih kehijauan.

Lagi-lagi sayang, akses menuju Air Dua Rasa tersebut sangat memprihatinkan. Wisatawan harus memarkir kendaraan di perkampungan terakhir di desa Cinta Rakyat, Kecamatan Sibolangit. Wisatawan hanya ditarif parkir untuk sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Kemudian harus berjalan kaki menuruni perbukitan selama 30 menit melalui jalan setapak. Namun, sulitnya akses terbayar dengan keunikan dan keindahan Air Dua Rasa tersebut.

Tuesday, 18 June 2013

Temukan Kindahan Air Terjun, Air Panas dan Goa di Satu Tempat


Menemukan lokasi wisata alam yang lengkap di dalam satu kawasan di Sumatra Utara cukup sulit. Salah satu tempat berlibur yang menjadi favorit para penjelajah alam di Sumut adalah Wisata Alam Simolap Marike.

Wisata Alam Simolap Marike adalah nama yang ditetapkan untuk memperjelas sebutan pada batas kawasan pengembangan Desa Model Konservasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan wisata alam Simolap terletak di Dusun I Kinangkong Kelurahan Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Di tempat ini, para pencinta alam dapat menemukan setidaknya keindahan alam yang diciptakan Tuhan dengan sempurna. Keindahan pertama adalah pemandian air panas yang terpancar secara alami telah menyambut wisatawan.

Pemandian air panas tersebut belum tersentuh oleh penataan dari dinas pariwisata setempat sehingga terkesan sangat tradisiona. Air panas yang keluar dari dalam tanah dialirkan oleh masyarakat setempat membentuk pancuran-pancuran ke dalam sungai yang jernih.

Wisatawan bisa mandi bersama masyarakat setempat di alam terbuka. Tenang saja, tempat ganti baju dan bilas sudah disediakan oleh masyarakat di sekitar pemandian air panas dengan tarif Rp3.000 per orang.

Usai menikmati relaksasi dengan air panas mengandung belerang, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menyusuri hutan hujan tropis dan sungai alam. Di dalam perjalanan, wisatawan akan disuguhi indahnya ribuan kupu-kupu yang berterbangan di sekitar sungai dan telaga.

Menempuh jarak sekitar 2 km dengan berjalan kaki, pemandangan menakjubkan selanjutnya adalah sejumlah goa alam yang terbentuk akibat aliran sungai. Stalagtit dan stalagmit yang masih alami menghiasi goa-goa yang jumlahnya cukup banyak.

Menyusuri aliran sungai yang jernih dan dangkal ketika musim kemarau harus melewati goa-goa yang sangat besar. Di dalam goa ini juga masih banyak kelelawar yang menjadi penghuni tetap di sana.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam menyusuri sungai, hutan dan goa, wisatawan akan disuguhkan dengan air terjun yang sangat mempesona. Lokasi air terjun dekat dengan pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter hingga 15 meter yang jatuh dan mengalir ke dalam gua. Wisatawan juga bisa berenang di bawah air terjun yang airnya sangat jernih dan segar.


Untuk mencapai Kawasan Wisata Alam Simolap Marike dapat ditempuh dari Medan dengan angkutan umum regular di terminal Pinang Baris atau kendaraan pribadi menuju Marike. Berjarak sekitar 47 km dari kota Binjai dan 75 km dari kota Medan. 

Wisata Alam Simolap Marike ini sebenarnya merupakan sisi lain dari lokasi wisata Bukit Lawang. Hanya saja, akses dan fasilitas di Bukit Lawang lebih baik dibandingkan dengan tempat ini.

Perjalanan menghabiskan waktu sekitar tiga jam dengan cara perjalanan santai dari kota Medan menuju lokasi wisata Bukit Lawang. Dari Binjai, perjalanan dilanjutkan degan melintasi kebun sawit dan hutan yang baru dibuka untuk perluasan kebun.

Kondisi jalan tanah keras yang dapat dilelaui kendaraan roda empat dan turun di Dusun sejauh 2,5 km.   Perjalanan akan mudah dilalui dengan mengendarai sepeda motor. Desa Kuta Gajah sebagai desa pengembangan wisata alam Simolap secara posisi terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu. Wilayah pengembangan utama terletak di dusun Kinangkong, diantara sungai Wampu dan Murak.  





Perlu di ingat, warung yang menjual makanan dan minuman hanya ada di pemandian air panas. Sedangkan di kawasan wisata air terjun benar-benar tidak ada masyarakat yang tinggal serta alam yang masih 'perawan'.

Sepeda motor atau mobil dapat di parkir di lokasi pemandian air panas tanpa ada tarif parkir. Di kawasan wisata ini tidak ada tiket retribusi untuk menikmati keindahan alam. Masyarakat setempat hanya memperoleh pendapatan dari warung-warung makan dan minum.


Disarankan jika ke Wisata Alam Simolap Marike harus mempersiapkan perbekalan dan stamina. Namun, kelelahan di perjalanan akan terbayar ketika melihat keindahan alam yang benar-benar alami di kawasan wisata ini. Keren Pokoknya!!!!