Powered By Blogger

Home

Friday, 29 November 2013

Wow! Berusia 100 Tahun, Lift Bak Film Mafia Holywood ada di Medan

Pak Kliwon mengoperasikan lift ini sejak 1986
Pernahkah Anda menaiki lift seperti di dalam film-film mafia Holywood? Lift yang diklaim hanya satu-satunya di Indonesia ini benar-benar antik karena dijalankan secara manual.

Ternyata lift yang telah dioperasikan sejak 1908 ini dimiliki oleh PT London Sumatra Indonesia Tbk. Lift ini berada di gedung Lonsum yang juga menjadi salah satu gedung tertua di Medan.

Kliwon, orang yang mengoperasikan lift ini, menceritakan keberadaan lift yang didatangkan langsung dari Inggris telah berusia lebih dari 100 tahun. Lift ini telah dioperasikan bersamaan dengan digunakannya gedung Lonsum di Indonesia.

Gedung London Sumatra atau biasa disebut gedung Lonsum selesai dibangun pada 1906 bersamaan dengan lahirnya Ratu Juliana, Royal Dutch family.

Gedung ini dibangun oleh David Harrison, pemilik perkebunan karet Harrison & Crossfield company (H&C) yang berpusat kota London. Meskipun dibangun pada masa 1800-an, fasilitas di gedung ini cukup mengagumkan.

"Gedung Lonsum tercatat sebagi gedung pertama di Medan yang menggunakan teknologi lift yang menjangkau lima lantai dan masih berfungsi sampai sekarang," ungkapnya.

Lift telah dioperasikan sejak 1908
Kliwon yang menjadi operator lift ini mengaku telah bekerja sejak 1986. Lift yang berbentuk bujur sangkar dengan sentuhan art deco ini memang harus dioperasikan secara manual, tidak seperti lift moderen yang bisa berhenti di setiap lantai.

Tugas Kliwon memastikan lift berhenti tepat di lantai tertentu. Pasalnya, lift ini diberhentikan sesuai ukuran Kliwon. Bisa saja lift berhenti di tengah-tengah sebelum tepat berada di lantai yang dituju.

Pada masa era Mr. Brown, kata dia, tidak sembarangan orang bisa menaiki lift ini. Hanya staf karyawan Lonsum yang boleh menggunakan lift tersebut. Hal itu diberlakukan guna menjaga agar lift langka ini tetap bisa berfungsi dengan baik.

Teknologi yang digunakan lift ini dapat menahan getaran gempa karena ada roda-roda yang menahan guncangan agar lift tetap stabil saat terjadi gempa.

Kliwon merawat lift tua ini setiap Sabtu, dan harus mendatangkan teknisi langsung dari Inggris setiap tahun. Jika ada kerusakan pada suku cadang, dia harus memutar otak karena sudah tidak ada lagi spareparts lift ini dijual di pasaran.

Lift dioperasikan secara manual
Pernah ada seroang pengusaha dari Jerman menawar lift langka ini. Pengusaha tersebut ingin menukar dengan dua lift moderen, tetapi tidak diperbolehkan oleh Mr. Brown.

"Kalau jadi ditukar dengan lift moderen, tidak ada lagi lift berusia ratusan tahun di Indonesia," tuturnya.

Lift berasitektur kuno ini memang unik. Pintu lift masih menggunakan jeruji besi berwarna hitam pekat. Interior lift berkukuran 1,5 meter persegi dihiasi kayu tebal dengan lampu bulat berada di atasnya.

Tidak ada tombol-tombol lantai di dalam lift, yang ada adalah tuas yang dipoperasikan oleh Kliwon. Jika akan menaiki lif, Anda cukup menekan bel dan Kliwon akan meluncur bersama lift ke lantai yang dituju.

Mesin lift berada di lantai dasar tepat dibawah tangga gedung. Kumparan kabel besar terlihat kasat mata saat lift naik dan turun tentu suara berisik sangat terdengar.

Hingga saat ini, belum ada modifikasi berarti pada lift ini. Menurut Kliwon, modifikasi hanya dilakukan pada generator listrik diubah dari sebelumnya 110 volt menjadi 220 volt.

Seperangkat lift didatangkan langsung dari Inggris
Lokasi Gedung Lonsum ini sangat strategis, berada di pusat kota Medan yang kaya akan bangunan-bangunan bernilai historis tinggi seperti Kantor Pos Medan, Gedung Jakarta Lloyd, Bank Indonesia dan bangunan tua lainnya.

Sungguh daerah yang sohor dengan sebutan Kesawan Square ini tepatnya di Jalan Jend Ahmad Yani mempunyai sejarah panjang dan menjadi salah satu tujuan objek wisata sejarah yang masuk cagar budaya Pemda Medan dan harus dipertahankan eksistensinya.




Saturday, 16 November 2013

Air Terjun Sipiso-Piso, Sisi Lain Danau Toba

Danau Toba menjadi magnet bagi turis untuk mengunjungi Sumatra Utara. Danau yang membentang di 7 kabupaten/kota di Sumut ini memiliki banyak pesona dari berbagai sisinya.

Salah satu sudut Danau Toba yang sayang untuk dilewatkan adalah pesona Air Terjun Sipiso-piso. Air terjun yang tercatat tertinggi ke-4 di Indonesia ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter.

Sipiso-piso terletak di sebelah utara Danau Toba tepatnya di Desa Sitongging, sekitar 24 kilometer dari Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo. Air terjun Sipiso-piso terbuat dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba.

Berada di ketinggian 800 Mdpl, cuaca di sekitar air terjun ini tergolong sejuk. Butuh perjuangan dan mengeluarkan sedikit keringat untuk menuju air terjun yang berasal dari kata piso dalam bahasa Karo karena bentuknya yang menyerupai pisau ini.

Setelah membayar retribusi sekitar Rp5.000, pengunjung harus menuruni ribuan anak tangga sekitar 1 jam untuk menuju air terjun Sipiso-piso. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati indahnya Danau Toba dari sisi Tongging.

Pemandangan Danau Toba menjadi pelengkap keindahan air terjun ini. Pihak Dinas Pariwisata setempat menyediakan sebuah taman lengkap dengan tempat beristirahat di area parkir kendaraan.

Dari puncak pemandangan ke arah utara, disuguhi cantiknya air terjun Sipiso-Piso. Menoleh ke arah selatan, wisatawan akan terpana dengan Danau Toba dari ketinggian.

Tak sedikit wisatawan yang memilih untuk menikmati keindahan keduanya dari taman. Sebagian wisatawan lain memilih untuk menuruni anak tangga dan mencapai air terjun serta menikmati kesegaran airnya.

Dari kejauhan saja, tampias air terjun Sipiso-piso telah terasa. Dinginnya air memberikan kesegaran tersendiri bagi siapa saja yang menceburkan diri di aliran sungai Sipiso-piso.

Pekerjaan berat yang tentu melelahkan adalah kembali menaiki ribuan anak tangga menuju area parkir. Banyak wisatawan yang kelelahan karena usai bermain air di bawah air terjun Sipiso-piso harus kembali menaiki ribuan anak tangga itu.

Stamina dan tenaga harus benar-benar disiapkan dengan membawa perbekalan yang cukup. Meskipun tangga tersebut terbuat dari semen dan aman untuk dilalui, tidak sedikit wisatawan yang berkali-kali berhenti akibat kelelahan.

Setelah menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dan Danau Toba dari kejauhan, wisatawan bisa langsung menuju Tongging. Salah satu sudut Danau Toba di Kabupaten Karo ini tak kalah mempesona.

Berjarak sekitar 11 Km dari area parkir air terjun Sipiso-piso, wisatawan bisa menikmati kesegaran air Danau Toba. Berenang dan memancing, menjadi salah satu kegiatan favorit di Tongging.

Lapar? coba menikmati ikan bakar yang dihasilkan dari Danau Toba. Wisatawan dapat memilih sendiri ikan segar yang ingin dinikmatinya. Namun jangan salah, porsinya rata-rata dijual per kilogram dengan harga yang terjangkau.

Di Tongging, tersedia juga penginapan-penginapan dengan tarif sekitar Rp100.000 hingga Rp500.000 per malam. Anda dapat menikmati ketenangan alam Danau Toba di sisi lain selain Parapat.

Untuk menuju Sipiso-piso dan Tongging, perjalanan dapat ditempuh sekitar 3-5 jam dari Medan. Kendaraan pribadi maupun umum bisa melalui Kabanjahe melalui Berastagi hingga Merek.

Pemandangan hijaunya pegunungan Toba dengan jalan berkelok-kelok menjadi nilai tambah menuju danau vulkanik terbesar di dunia ini. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap keindahan alam itu dengan bidikan mata kamera. Selamat berlibur.


Monday, 11 November 2013

Inilah Jadwal Kapal Penyeberangan Sabang

Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh, menjadi salah satu lokasi wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Pulau yang ada diujung barat Indonesia itu menawarkan wisata bahari yang mempesona dan sayang untuk dilewatkan.

Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Pulau dengan luas 156,3 kilometer persegi terdiri dari beberapa pulau kecil yang terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2).

Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, dermaga Sabang telah menjadi pelabuhan penting sebagai pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang kemudian dikembangkan menjadi lalu lintas perdagangan barang.

Sabang telah memiliki bandara udara bernama Maimun Saleh, namun bandara ini hanya digunakan untuk kepentingan militer.

Penerbangan sipil tersedia melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh. Rute penerbangan ke Bandara SIM harus transit di Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) Medan.

Setelah mendarat di Bandara SIM, lalu menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tarif taksi Bandara SIM ke Pelabuhan Ulee Lheue sekitar Rp90.000.

Bisa juga melalui KNIA Medan. Dari Terminal Medan menuju Banda Aceh bisa menggunakan bus super eksekutif dengan tarif Rp250.000 memakan waktu sekitar 12 jam. Kemudian tarif carter labi-labi atau angkot dari terminal bus Banda Aceh ke Pelabuhan Ulee Lheue Rp60,000, atau estafet labi-labi Rp2.000-Rp5.000 per penumpang.

Untuk mencapai Sabang atau Pulau Weh, dapat dilakukan melalui Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang.

Tersedia dua jenis kapal penyeberangan yaitu kapal cepat dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dan kapal ferry dengan jarak tempuh 2 jam. Jika membawa kendaraan pribadi, pilihannya adalah kapal ferry.

Berikut jadwal dan tarif kapal penyeberangan Ulee Lheue - Balohan dan sebaliknya :

Kapal Cepat 
------------------
1. KM Expres Bahari :
-Tarif
Bisnis (Non AC) tarif Rp65.000
Executive (AC) tarif Rp75.000
VIP (AC + Snack) Tarif Rp95.000

-Jadwal
KM Expres Bahari 9 pemberangkatan Banda Aceh pukul 10.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 14.30 WIB
KM Expres Bahari 3B pemberangkatan Banda Aceh pukul 16.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB
-------------------
2. MV Citra Jet-03
-Tarif Rp60.000

-Jadwal pemberangkatan Banda Aceh pukul 14.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 11.00 WIB
-------------------
3. KM Pulo Rondo
-Tarif
VIP-A (Dewasa/Anak-anak) Rp100.000
VIP-B (Dewasa/Anak-anak) Rp85.000
Executive Dewasa Rp70.000
Executive Anak-anak Rp45.000

-Jadwal 
Pemberangkatan Banda Aceh pukul 09.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 16.30 WIB
--------------------
 
Kapal Ferry ASDP 
--------------------
Kapal Ferry KMP BRR
-Tarif Penumpang
Ekonomi Dewasa Rp20.350
Ekonomi Anak-anak Rp13.425
Bisnis Dewasa Rp27.500
Bisnis Anak-anak Rp20.500
Eksekutif Dewasa Rp36.500
Eksekutif Anak-anak Rp26.500

-Tarif Kendaraan
Sepeda Rp10.090
Sepeda Motor <500 cc="" nbsp="" o:p="" rp24.200="">
Sepeda Motor >500 cc & Roda Tiga Rp80.450 
Mobil (sedan, pick up, jeep, minibus dan sejenisnya) Rp171.025 

-Jadwal 
Senin, Selasa, Kamis, Jumat, pemberangkatan Banda Aceh pukul 14.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB
Rabu, Sabtu, Minggu, pemberangkatan Banda Aceh pukul 11.00 WIB dan 16.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB dan 13.30 WIB

------------
Kapal Ferry KMP Papuyu
-Jadwal 
Senin dan Jumat, pemberangkatan Banda Aceh pukul 09.30 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 14.00 WIB
Selasa dan Kamis, pemberangkatan Banda Aceh pukul 08.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 12.30 WIB




Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 10

10. Lembayung Sunset di Sabang Hill

Tidak jauh dari Pantai Kasih, naik ke atas perbukitan terdapat Sabang Hill. Di depan sebuah penginapan, wisatawan dapat menikmati matahari terbenam dari puncak tertinggi Sabang.

Sunset terlihat sempurna bila dilihat dari Sabang Hill. Bulatan matahari tenggelam ke dalam laut tampak indah. Matahari seperti tenggelam diantara ujung semenanjung Sabang dan Pulau Klah.

Semilir angin yang menerpa menambah ketenangan saat menikmati matahari terbenam. Disarankan wisatawan berada di tempat ini sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Jika terlalu malam, udara dingin bercampur uap garam dapat menyebabkan masuk angin.

Di Sabang Hill, wisatawan dapat duduk di kursi-kursi yang disediakan oleh pihak penginapan. Namun, bila ingin sekedar duduk-duduk di rerumputan diantara pohon pinus dan kelapa, juga menjadi salah satu pilihan yang tak kalah asyik.

Terakhir, sebagai kenang-kenangan untuk keluarga dan handai taulan, wisatawan dapat membeli oleh-oleh di sekitar Jalan Perdagangan. Letaknya di pusat Kota Sabang.

Jalan ini menjadi pusat pertokoan dan perkantoran Sabang. Di Jalan Perdagangan berjejer toko cinderamata yang menawarkan pernak-pernik seperti gantungan kunci, stiker hingga kaos bertuliskan Sabang. Harga yang ditawarkan cukup murah meriah antara Rp5.000 hingga Rp100.000. Bagaimana? mari berlibur ke Sabang.




Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 9

9. Romantisme di Pantai Kasih Sabang




Pantai dengan nama yang unik ini merupakan lokasi terdekat dengan Kota Sabang. Hanya berjarak 2 Km dari pusat kota, Pantai Kasih menjadi favorit anak muda untuk memadu kasih. Begitulah asal mula nama Pantai Kasih.

Di pantai berpasir putih ini, wisatawan dapat menikmati matahari tenggelam yang memendarkan warna jingga di langit serta di lautnya. Cafe-cafe yang menawarkan makanan dan minuman ada di pantai ini.

Meja dan kursi berjejer di Pantai Kasih yang terbuka. Sabang Fair juga ada di Pantai Kasih. Biasanya pada sore hingga malam, terdapat pasar malam yang bisa memanjakan anak-anak untuk bermain aneka permainan.

Di Pantai Kasih juga ada pusat wisata kuliner. Wisatawan dapat mencicipi makanan khas Sabang yang tengah digandrungi yakni sate gurita.


Sunday, 10 November 2013

Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 8

8. Pesona Sunrise di Pantai Anoi Itam

Dari sekian banyak pantai di Pulau Weh, mungkin pantai yang satu ini yang paling berbeda. Pantai Anoi Itam yang berjarak 13 km dari Kota Sabang adalah satu-satunya pantai yang berpasir hitam di pulau ini.

Anoi Itam sendiri memang berarti 'pasir hitam'. Keindahan eksotis pantai ini telah mengantarkannya meraih predikat sebagai salah satu pantai tercantik di Nusantara versi sebuah majalah perjalanan wisata.

Pasir Pantai Anoi Itam konon memiliki berat jenis yang berbeda dengan pasir hitam di pantai-pantai lainnya. Beratnya kurang lebih tiga kali lipat berat pasir hitam pada umumnya.

Hal ini disebabkan kandungan nikel yang tinggi dalam komposisi mineral penyusunnya. Paduan warna dari pasir hitam dan batu-batu kapur yang berwarna putih disekitarnya terlihat kontras dan memberikan sensasi keindahan tersendiri.

Birunya laut lepas dan desiran angin pantai yang menerpa tubuh menghadirkan kedamaian yang membebaskan kita dari penat. Cobalah menyusuri garis pantainya dengan bertelanjang kaki di sore hari.

Pasirnya yang hangat bermain di sekujur telapak kaki saat tersapu ombak, menghadirkan sensasi yang membuat rileks. Menyaksikan bentangan alam, pepohonan hijau, birunya langit dan pemandangan Gunung Seulawah yang menjulang di Aceh daratan menjadi pengalaman yang tidak akan tergantikan.

Untuk dapat menikmati keindahan pantai ini, bisa menjelajah dengan bersepeda motor atau mobil dari Kota Sabang, menyusuri jalur timur, melintasi Pantai Sumur Tiga.

Sepanjang perjalanan menyusuri jalan yang menanjak dan menurun, kita dimanjakan dengan keindahan pemandangan pantai yang biasa kita lihat dalam karya-karya fotografi. Perbedaannya, keindahan mahakarya Sang Pencipta ini kini benar-benar nyata di depan mata kita.

Di Pantai Anoi Itam, terdapat resort Anoi Itam. Disini, wisatawan dapat menikmati matahari terbit dengan duduk di atas bukit karang yang telah disulap menjadi tempat nongkrong menghadap laut.

Di resort ini, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir Rp10.000 per orang dan mendapatkan minuman ringan. Jika ingin menikmati makanan berat, wisatawan juga bisa memesan di restoran yang telah tersedia. Tarif makanannya pun masih cukup bersahabat.





Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 7

7. Damainya Pantai Sumur Tiga Sabang

Pantai ini terletak sekitar 15 menit dari Kota Sabang tepatnya di Kecamatan Le Meule, Sukajaya, Sabang. Pantai Sumur Tiga merupakan pantai yang mempesona dan sayang untuk dilewatkan.

Adanya tiga sumur air tawar yang berada disana, membuat tempat ini dinamai Pantai Sumur Tiga. Pasir yang berkilau nan lembut ditambah air yang sedikit berombak menambah keindahannya.

Angin yang berhembus sepoi-sepoi menambah keasrian pantai ini ketika angin mampu membuat pohon kelapa di sekitarnya menari indah. Benteng sisa pendudukan Jepang juga terdapat disini meskipun keadaannya kurang terawat.

Memang tidak salah rasanya memilih Pantai Sumur Tiga sebagai tujuan liburan di Sabang. Diving, snorkling dan memancing adalah tiga hal yang tidak dapat dilewatkan disini.

Keindahan pasir putih yang bersih memanggil wisatawan untuk segera menjelajahinya dengan bertelanjang kaki. Gradasi laut berwarna biru muda menuju biru tua, dan tentunya didukung oleh kebersihan dari pantai dan suasana yang sepi karena masih sedikitnya jumlah pengunjung, memanjakan mata siapapun yang melihatnya.

Pemandangan yang asri tidak hanya dari pantai saja, tetapi juga dari pesisir pantai yang tak kalah indahnya dengan kontur bukit hijau dari hutan tropis.

selain itu, terdapat pula lumba-lumba dan nelayan yang sedang mencari ikan menggunakan perahu. Berjalan-jalan disini selain menikmati pemandangan pantai yang indah, juga dapat dilalui dengan bercengkrama bersama para nelayan dan anak-anak setempat yang sedang bermain.