Powered By Blogger

Home

Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Thursday, 30 January 2014

Inilah Destinasi Wisata Tsunami Aceh Part 6 : Monumen Aceh Thanks To..

6. Monumen Aceh Thanks to the World

Monumen Aceh Thanks to the World terletak di Blang Padang, tepat di depan Museum Tsunami Aceh. Monumen ini menjadi simbol syukur masyarakat Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara, perusahaan, sipil, militer, baik nasional maupun internasional yang telah membantu Aceh pasca-tsunami.

Bangunan berwarna putih tersebut terletak di sebelah utara lapangan berbentuk seperti gelombang tsunami yang mengingatkan siapa saja yang melihatnya bahwa Aceh pernah dilanda bencana mahadahsyat gelombang tsunami.

Selain monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka kepada negara-negara tersebut yang telah memberikan kontribusi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh melalui prasasti/plakat persahabatan.

Disepanjang jogging track yang mengelilingi lapangan Blang Padang sepanjang 1 Km, terdapat 53 “Plakat Thank You and Peace”. Plakat yang berbentuk kapal hampir tenggelam itu merupakan bentuk terima kasih masyarakat Aceh kepada 53 negara dan masyarakat dunia yang telah membantu Aceh pasca-tsunami.

Pada plakat tersebut tertulis nama negara, bendera negara, dan rasa syukur ekspresi ‘Terimakasih dan Damai’ dalam bahasa masing-masing negara. contohnya tugu kecil Republik Finlandia yang bertuliskan “Kiitos Rauha” yang artinya “Terima Kasih dan Damai”.

Pada awalnya lapangan Blang Padang seluas 8 Hektare itu tidak seperti sekarang ini. Dulunya lapangan ini hanya di gunakan bila ada upacara-upacara bendera yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Namun, kini lapangan Blang Padang Banda Aceh telah berubah menjadi alun-alunnya kota Banda Aceh semenjak lapangan ini di renovasi pasca kerusakan akibat gempa dan tsunami Aceh.

Disisi yang lain terdapat pula benda yang bersejarah lainnya di lapangan ini. Sebuah replika pesawat Dakota RI-001 Seulawah.

Pesawat ini adalah pesawat pertama milik Republik Indonesia yang dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh kepada Pemerintah pada saat itu. Inilah cikal-bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama di Indonesia yaitu, Indonesian Airways.

Sejarah mencatat di Hotel Kutaraja pada 16 Juni 1948, Presiden Soekarno yang saat itu sedang mencari dana untuk keperluan membeli pesawat Dakota berhasil membangkitkan nasionalisme dan patriotisme rakyat Aceh hingga akhirnya terkumpul sumbangan rakyat Aceh senilai 20 Kg emas.

Pesawat ini digunakan oleh Presiden Soekarno dalam tugas kenegaraan ke negara-negara lain untuk meminta pengakuan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat gelombang tsunami menerjang Banda Aceh 26 Desember 2004 silam, monumen ini tidak hancur oleh terjangan gelombang Tsunami.

Di Lapangan Blang Padang juga ada tugu peringatan tsunami. Tugu ini didirikan untuk mengenang hari bersejarah dalam hidup manusia yaitu bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di pesisir pantai Asia Pasifik.

Lapangan Blang Padang kini menjadi tempat umum yang terbuka untuk berolahraga dan relaksasi. Di lapangan ini terdapat jogging track, lapangan sepak bola, basket, dan pilar untuk melakukan fitness ringan.


Pada setiap akhir pekan, lapangan Blang Padang menjadi lokasi favorit keluarga Banda Aceh untuk dikunjungi. Selain sejuk dengan pepohonan, di lapangan ini juga terdapat areal wisata kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Inilah Destinasi Wisata Tsunami Aceh Part 5 : Kuburan Massal

5. Kuburan Massal

Gelombang tsunami yang menelan korban jiwa hingga mencapai 240.000 orang tidak hilang dari ingatan masyarakat Aceh. Di Bumi Rencong itu terdapat banyak kuburan massal untuk memakamkan para korban tsunami.

Salah satu kuburan massal yang paling banyak terdapat korban dimakamkan adalah di Ulee Lheue dan Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Korban yang dikuburkan di kuburan missal Ulee Lheue lebih dari 14.264 orang. Kuburan massal ini biasanya dipadati peziarah yang kehilangan sanak keluarganya saat bencana tsunami meyapu pesisir Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Kuburan massal Ulee Lheue dibangun seperti sebuah taman dengan rumput hijau dan pepohonan rindang. Kuburan massal ini dipagari tembok yang masih dapat dilihat dari luar areal.

Lokasi kuburan yang berada tepat di tepi jalan menuju Pelabuhan Ulee Lheue tepatnya di Jalan Pocut Baren Nomor 30, ini memang mudah dijangkau. Di depan areal juga terdapat prasasti yang bertuliskan kuburan massal.

Pada gerbang masuk kuburan massal berwarna hijau ini terdapat tulisan yang diambil dari salah satu surat dalam Al-Quran. Tulisan ini membuat bulu kuduk berdiri dan siapapun akan langsung merasakan kengerian bencana tsunami.

"Tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan," (Al-Anbiya : 35).

Selain di kuburan massal Ulee Lheue, terdapat juga beberapa kuburan massal lainnya antara lain kuburan massal Lhoknga, Aceh Besar dan kuburan massal Siron di Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda.


Di kuburan massal Siron, menjadi areal pekuburan massal terbesar di Aceh. Tercatat hampir 50.000 korban tsunami dimakamkan di areal ini sehingga kuburan massal tersebut paling banyak dikunjungi peziarah.

Friday, 10 January 2014

Inilah Destinasi Wisata Tsunami Aceh Part 4 : Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman mencatat lembaran sejarah yang begitu melekat bagi masyarakat Banda Aceh. Masjid yang berada tepat di jantung Kota Banda Aceh ini menjadi tempat berlindung ribuan orang saat tsunami menyapu kota.

Masjir Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada 1022 Hijriyah/1612 Masehi. Masjid ini kemudian terbakar habis pada saat agresi militer Belanda kedua pada April 1873.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu.

Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulkan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam.

Pada tahun 1992, dilakukan pembangunan dengan penambahan dua kubah dan lima menara. Selain itu, dilakukan perluasan halaman masjid sehingga total luas area masjid saat ini menjadi 16.070 meter persegi.

Saat gelombang tsunami setinggi 21 meter menghantam pesisir Banda Aceh pada 26 Desember 2004, masjid ini termasuk bangunan yang selamat, meskipun terjadi kerusakan di beberapa bagian masjid.


Upaya renovasi pasca-tsunami menelan dana sebesar Rp20 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan dunia internasional, antara lain Saudi Charity Campaign. Proses renovasi selesai pada 15 Januari 2008. Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman menjadi pusat pengembangan aktivitas keislaman bagi masyarakat Banda Aceh. 

Monday, 6 January 2014

Inilah Destinasi Wisata Tsunami Aceh Part 3 : Kapal Apung Lampulo


Kapal nelayan ini menjadi bukti keganasan gelombang tsunami berikutnya. Kapal yang saat itu baru selesai diperbaiki terseret ombak sejauh 3 Km dan mendarat tepat di atas sebuah rumah milik penduduk di Gampong Lampulo, Banda Aceh.

Masyarakat Banda Aceh kemudian menyebutnya dengan kapal apung Lampulo. Kapal ini tercatat telah menyelamatkan nyawa 59 orang yang menumpang di atasnya dari hempasan dahsyat tsunami.

Dari informasi di lokasi yang kini menjadi objek wisata tsunami itu menyebutkan sebelum kejadian dahsyat tersebut, kapal kayu dengan panjang 25 meter dan lebar 5,5 meter ini baru selesai menjalani perbaikan di tempat docking kapal Lampulo.



Adun, sang penjaga kapal sebelumnya mendapat instruksi untuk menurunkan kapal tersebut ke sungai pada hari itu, 26 Desember 2004.

Teuku Zulfikar yang berdomisili di Medan mendapat kabar dari adiknya Hasri dan Saiful bahwa kapal itu rencananya akan dibawa ke Lhoknga untuk diisi pukat.

Sebelum rencana itu berjalan, tsunami telah terlebih dahulu menghanyutkan kapal berbobot 20 ton ini ke perumahan warga yang berjarak sekitar 3 Km dari tepi sungai.

Saat ini, Kapal yang mendapat julukan 'Kapal Nuh' dari masyarakat Aceh ini ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kebanyakan dari mereka ingin menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal yang menjadi saksi bisu dahsyatnya gelombang tsunami pada 2004 silam.



Pada sisi kapal terdapat penyangga yang terbuat dari besi untuk menahan kapal agar tetap berada pada posisinya dan di bagian atas kapal juga sudah diberi atap. Terdapat pula lahan parkir yang nyaman bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, selain itu juga sudah disediakan toilet umum yang dapat digunakan pengunjung secara gratis.

Sunday, 29 December 2013

Inilah Destinasi Wisata Tsunami Aceh Part 2 : PLTD Apung

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung, kapal seberat 2.600 ton milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ini menjadi bukti keganasan gelombang tsunami.

Kapal dengan panjang 63 meter dan luas 1.900 meter persegi ini terseret gelombang tsunami dari Pantai Ulee Lheue sejauh 5 Km. Kapal ini kemudian terdampar di Gampong Punge Blang Cut Kota Banda Aceh.

PLTD Apung ini pada awalnya didatangkan ke Banda Aceh guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik di kota tersebut sebesar 10,5 Megawatt. Pasalnya, saat terjadi konflik di Aceh, banyak menara listrik PLN yang dirobohkan sehingga pasokan listrik terganggu.

Kini, PLTD Apung yang tersapu ombak itu tetap berada di tengah kota dan dijadikan monumen peringatan tsunami. Pemerintah Provinsi Aceh membuat taman edukasi di sekitar monumen PLTD Apung seluas 2 hektare.

Taman edukasi dilengkapi dengan catatan-catatan informasi tsunami berikut foto-foto yang diabadikan saat bencana itu menerjang. Jembatan-jembatan telah dibangun agar pengunjung dapat menikmati wisata di PLTD Apung itu.

Tidak jauh dari PLTD, terdapat sebuah prasasti setinggi 2,5 meter. Prasasti berbentuk jam bundar itu menunjukkan waktu pukul 07.55 WIB, saat gelombang tsunami menyapu Aceh. Pada miniatur gelombang tsunami juga terdapat gambar timbul berbentuk rumah dan manusia hanyut tersapu tsunami.


Inilah 6 Destinasi Wisata Sisa Keganasan Tsunami Aceh

Pagi itu, pada 26 Desember 2004, Banda Aceh diguncang gempa dahsyat 8,9 SR yang kemudian disusul dengan datangnya air bah tsunami dari arah pantai yang mahadahsyat.

Bencana tsunami tercatat sebagai peristiwa paling tragis karena menewaskan 240.000 jiwa dan meluluhlantakkan kota-kota di pesisir barat Aceh. Bahkan tsunami juga menerjang negeri tetangga seperti Malaysia, Thailand, Bangladesh hingga India.

Kota Banda Aceh seketika hancur, lumpuh, bahkan rata dengan tanah. Hanya beberapa bangunan yang masih kokoh berdiri dan menjadi tempat berlindung warga yang selamat dari terjangan gelombang dahsyat itu.

Kini, setelah bertahun-tahun telah dilewati, Aceh mulai bangkit. Roda perekonomian masyarakat Aceh mulai bergulir. Bahkan, sisa-sisa keganasan tsunami 2004 itu dijadikan museum dan tempat wisata. Sejarah mencatat tsunami mahadahsyat di bumi rencong.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Bumi Serambi Mekkah, hendaknya Anda meluangkan waktu untuk mengunjungi sisa-sisa keganasan bencana tsunami Aceh. Wisata tsunami dimaksudkan sebagai bahan perenungan agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana.

Berikut lokasi wisata tsunami di Banda Aceh :

1. Museum Tsunami

Megah namum mencekam. Itulah kesan yang timbul saat melihat bangunan Museum Tsunami. Betapa tidak, museum yang didesain oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang saat itu menjadi dosen Institut Teknologi Bandug (ITB) itu menjadi penanda bencana mahadahsyat tsunami.

Gedung yang diberi nama Rumoh Aceh as Escape Hill ini berwarna cokelat dengan tembok berlubang-lubang. Jika diperhatikan dari atas akan tampak seperti gelombang tsunami. Namun, bila diperhatikan dari samping akan tampak seperti kapal lengkap dengan cerobong asap dan geladak yang luas sebagai ecape building.

Museum yang dibangun sejak 2006 oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nangroe Aceh Darussalam-Nias ini menjadi lokasi pertama dan terlengkap menyajikan rekam jejak tsunami. Di dalamnya terdapat video, foto, serta alat peraga tsunami.

Saat memasuki halaman museum, pengunjung akan menemukan bangkai helikopter milik Polri yang menjadi saksi bisu keganasan gelombang tsunami. Helikopter itu tidak sempat terbang akibat telah dilumat terlebih dahulu oleh gulungan ombak tsunami.

Berjarak sekitar 1 Km dari Masjid Raya Banda Aceh, museum ini telihat mencolok dibandingkan dengan bangunan lainnya. Museum yang menghabiskan dana Rp140 miliar ini memiliki efek 4 dimensi dalam menggambarkan bencana tsunami.

Begitu masuk, pengunjung akan merasa memasuki lorong gelap gelombang tsunami dengan ketinggian 40 meter dan memiliki efek air jatuh. Setelah itu, pengunjung akan disajikan gambar-gambar peristiwa tsunami sekaligus proses evakuasi korban.

Masuk ke ruangan berikutnya, disebut 'Ruang Penentuan Nasib' atau Fighting Room dan sering disebut juga the Light of God. Ruangan ini berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dibagian puncaknya.

Ruangan Penentuan Nasib ini merefleksikan perjuangan para korban tsunami. Bagi mereka yang menyerah ketika tersekap gelombang tsunami, nama mereka terpatri di dinding cerobong sebagai korban.

Sebaliknya, bagi mereka yang merasa masih ada harapan, terus berjuang seraya mengharapkan belas kasih dari Yang Maha Menolong. Begitu mereka yakin akan adanya pertolongan Allah, maka mereka seakan seperti mendengar adanya panggilan Ilahi dan terus berjuang hingga selamat keluar dari gelombang tersebut.

Ketika berhasil keluar dari gelombang maut dengan cara berputar-putar melawan arus, pengunjung akan dibawa menuju 'Jembatan Harapan' atau Hope Bridge. Saat keluar itulah, survivor akan melihat 53 bendera negara yang telah membantu para korban.


Melalui jembatan ini, seperti melewati air tsunami menuju ke tempat yang lebih tinggi. Di sini pengunjung akan disambut dengan pemutaran film tsunami selama 15 menit dari gempa terjadi, saat tsunami terjadi hingga saat pertolongan datang.

Di lantai tiga, terdapat bermacam-macam sarana pengetahuan gempa dan tsunami berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Informasi sejarah dan potensi tsunami di seluruh titik bumi, simulasi meletusnya gunung api di seluruh Indonesia, simulasi gempa yang bisa disetel seberapa skala richter tersaji disana.

Kemudian jika beruntung, pengunjung juga dapat menyaksikan simulasi 4 dimensi kejadian gempa dan tsunami. Selain itu juga terdapat desain ideal rancangan tata ruang bagi wilayah yang memiliki potensi tsunami.


Museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2008. Museum tsunami Aceh lokasinya terdapat di jalan Iskandar Muda Banda Aceh. Lokasinya berada tepat ditengah-tengah ibukota Provinsi Aceh dan bersebelahan tempat wisata bersejarah lain seperti Peutjoet, Kerkhoff, Blang Padang, serta Taman Sari.

Monday, 11 November 2013

Inilah Jadwal Kapal Penyeberangan Sabang

Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh, menjadi salah satu lokasi wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Pulau yang ada diujung barat Indonesia itu menawarkan wisata bahari yang mempesona dan sayang untuk dilewatkan.

Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Pulau dengan luas 156,3 kilometer persegi terdiri dari beberapa pulau kecil yang terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2).

Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, dermaga Sabang telah menjadi pelabuhan penting sebagai pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang kemudian dikembangkan menjadi lalu lintas perdagangan barang.

Sabang telah memiliki bandara udara bernama Maimun Saleh, namun bandara ini hanya digunakan untuk kepentingan militer.

Penerbangan sipil tersedia melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh. Rute penerbangan ke Bandara SIM harus transit di Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) Medan.

Setelah mendarat di Bandara SIM, lalu menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tarif taksi Bandara SIM ke Pelabuhan Ulee Lheue sekitar Rp90.000.

Bisa juga melalui KNIA Medan. Dari Terminal Medan menuju Banda Aceh bisa menggunakan bus super eksekutif dengan tarif Rp250.000 memakan waktu sekitar 12 jam. Kemudian tarif carter labi-labi atau angkot dari terminal bus Banda Aceh ke Pelabuhan Ulee Lheue Rp60,000, atau estafet labi-labi Rp2.000-Rp5.000 per penumpang.

Untuk mencapai Sabang atau Pulau Weh, dapat dilakukan melalui Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang.

Tersedia dua jenis kapal penyeberangan yaitu kapal cepat dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dan kapal ferry dengan jarak tempuh 2 jam. Jika membawa kendaraan pribadi, pilihannya adalah kapal ferry.

Berikut jadwal dan tarif kapal penyeberangan Ulee Lheue - Balohan dan sebaliknya :

Kapal Cepat 
------------------
1. KM Expres Bahari :
-Tarif
Bisnis (Non AC) tarif Rp65.000
Executive (AC) tarif Rp75.000
VIP (AC + Snack) Tarif Rp95.000

-Jadwal
KM Expres Bahari 9 pemberangkatan Banda Aceh pukul 10.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 14.30 WIB
KM Expres Bahari 3B pemberangkatan Banda Aceh pukul 16.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB
-------------------
2. MV Citra Jet-03
-Tarif Rp60.000

-Jadwal pemberangkatan Banda Aceh pukul 14.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 11.00 WIB
-------------------
3. KM Pulo Rondo
-Tarif
VIP-A (Dewasa/Anak-anak) Rp100.000
VIP-B (Dewasa/Anak-anak) Rp85.000
Executive Dewasa Rp70.000
Executive Anak-anak Rp45.000

-Jadwal 
Pemberangkatan Banda Aceh pukul 09.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 16.30 WIB
--------------------
 
Kapal Ferry ASDP 
--------------------
Kapal Ferry KMP BRR
-Tarif Penumpang
Ekonomi Dewasa Rp20.350
Ekonomi Anak-anak Rp13.425
Bisnis Dewasa Rp27.500
Bisnis Anak-anak Rp20.500
Eksekutif Dewasa Rp36.500
Eksekutif Anak-anak Rp26.500

-Tarif Kendaraan
Sepeda Rp10.090
Sepeda Motor <500 cc="" nbsp="" o:p="" rp24.200="">
Sepeda Motor >500 cc & Roda Tiga Rp80.450 
Mobil (sedan, pick up, jeep, minibus dan sejenisnya) Rp171.025 

-Jadwal 
Senin, Selasa, Kamis, Jumat, pemberangkatan Banda Aceh pukul 14.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB
Rabu, Sabtu, Minggu, pemberangkatan Banda Aceh pukul 11.00 WIB dan 16.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 08.00 WIB dan 13.30 WIB

------------
Kapal Ferry KMP Papuyu
-Jadwal 
Senin dan Jumat, pemberangkatan Banda Aceh pukul 09.30 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 14.00 WIB
Selasa dan Kamis, pemberangkatan Banda Aceh pukul 08.00 WIB, pemberangkatan Sabang pukul 12.30 WIB




Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 10

10. Lembayung Sunset di Sabang Hill

Tidak jauh dari Pantai Kasih, naik ke atas perbukitan terdapat Sabang Hill. Di depan sebuah penginapan, wisatawan dapat menikmati matahari terbenam dari puncak tertinggi Sabang.

Sunset terlihat sempurna bila dilihat dari Sabang Hill. Bulatan matahari tenggelam ke dalam laut tampak indah. Matahari seperti tenggelam diantara ujung semenanjung Sabang dan Pulau Klah.

Semilir angin yang menerpa menambah ketenangan saat menikmati matahari terbenam. Disarankan wisatawan berada di tempat ini sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Jika terlalu malam, udara dingin bercampur uap garam dapat menyebabkan masuk angin.

Di Sabang Hill, wisatawan dapat duduk di kursi-kursi yang disediakan oleh pihak penginapan. Namun, bila ingin sekedar duduk-duduk di rerumputan diantara pohon pinus dan kelapa, juga menjadi salah satu pilihan yang tak kalah asyik.

Terakhir, sebagai kenang-kenangan untuk keluarga dan handai taulan, wisatawan dapat membeli oleh-oleh di sekitar Jalan Perdagangan. Letaknya di pusat Kota Sabang.

Jalan ini menjadi pusat pertokoan dan perkantoran Sabang. Di Jalan Perdagangan berjejer toko cinderamata yang menawarkan pernak-pernik seperti gantungan kunci, stiker hingga kaos bertuliskan Sabang. Harga yang ditawarkan cukup murah meriah antara Rp5.000 hingga Rp100.000. Bagaimana? mari berlibur ke Sabang.




Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 9

9. Romantisme di Pantai Kasih Sabang




Pantai dengan nama yang unik ini merupakan lokasi terdekat dengan Kota Sabang. Hanya berjarak 2 Km dari pusat kota, Pantai Kasih menjadi favorit anak muda untuk memadu kasih. Begitulah asal mula nama Pantai Kasih.

Di pantai berpasir putih ini, wisatawan dapat menikmati matahari tenggelam yang memendarkan warna jingga di langit serta di lautnya. Cafe-cafe yang menawarkan makanan dan minuman ada di pantai ini.

Meja dan kursi berjejer di Pantai Kasih yang terbuka. Sabang Fair juga ada di Pantai Kasih. Biasanya pada sore hingga malam, terdapat pasar malam yang bisa memanjakan anak-anak untuk bermain aneka permainan.

Di Pantai Kasih juga ada pusat wisata kuliner. Wisatawan dapat mencicipi makanan khas Sabang yang tengah digandrungi yakni sate gurita.


Sunday, 10 November 2013

Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 8

8. Pesona Sunrise di Pantai Anoi Itam

Dari sekian banyak pantai di Pulau Weh, mungkin pantai yang satu ini yang paling berbeda. Pantai Anoi Itam yang berjarak 13 km dari Kota Sabang adalah satu-satunya pantai yang berpasir hitam di pulau ini.

Anoi Itam sendiri memang berarti 'pasir hitam'. Keindahan eksotis pantai ini telah mengantarkannya meraih predikat sebagai salah satu pantai tercantik di Nusantara versi sebuah majalah perjalanan wisata.

Pasir Pantai Anoi Itam konon memiliki berat jenis yang berbeda dengan pasir hitam di pantai-pantai lainnya. Beratnya kurang lebih tiga kali lipat berat pasir hitam pada umumnya.

Hal ini disebabkan kandungan nikel yang tinggi dalam komposisi mineral penyusunnya. Paduan warna dari pasir hitam dan batu-batu kapur yang berwarna putih disekitarnya terlihat kontras dan memberikan sensasi keindahan tersendiri.

Birunya laut lepas dan desiran angin pantai yang menerpa tubuh menghadirkan kedamaian yang membebaskan kita dari penat. Cobalah menyusuri garis pantainya dengan bertelanjang kaki di sore hari.

Pasirnya yang hangat bermain di sekujur telapak kaki saat tersapu ombak, menghadirkan sensasi yang membuat rileks. Menyaksikan bentangan alam, pepohonan hijau, birunya langit dan pemandangan Gunung Seulawah yang menjulang di Aceh daratan menjadi pengalaman yang tidak akan tergantikan.

Untuk dapat menikmati keindahan pantai ini, bisa menjelajah dengan bersepeda motor atau mobil dari Kota Sabang, menyusuri jalur timur, melintasi Pantai Sumur Tiga.

Sepanjang perjalanan menyusuri jalan yang menanjak dan menurun, kita dimanjakan dengan keindahan pemandangan pantai yang biasa kita lihat dalam karya-karya fotografi. Perbedaannya, keindahan mahakarya Sang Pencipta ini kini benar-benar nyata di depan mata kita.

Di Pantai Anoi Itam, terdapat resort Anoi Itam. Disini, wisatawan dapat menikmati matahari terbit dengan duduk di atas bukit karang yang telah disulap menjadi tempat nongkrong menghadap laut.

Di resort ini, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir Rp10.000 per orang dan mendapatkan minuman ringan. Jika ingin menikmati makanan berat, wisatawan juga bisa memesan di restoran yang telah tersedia. Tarif makanannya pun masih cukup bersahabat.





Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 7

7. Damainya Pantai Sumur Tiga Sabang

Pantai ini terletak sekitar 15 menit dari Kota Sabang tepatnya di Kecamatan Le Meule, Sukajaya, Sabang. Pantai Sumur Tiga merupakan pantai yang mempesona dan sayang untuk dilewatkan.

Adanya tiga sumur air tawar yang berada disana, membuat tempat ini dinamai Pantai Sumur Tiga. Pasir yang berkilau nan lembut ditambah air yang sedikit berombak menambah keindahannya.

Angin yang berhembus sepoi-sepoi menambah keasrian pantai ini ketika angin mampu membuat pohon kelapa di sekitarnya menari indah. Benteng sisa pendudukan Jepang juga terdapat disini meskipun keadaannya kurang terawat.

Memang tidak salah rasanya memilih Pantai Sumur Tiga sebagai tujuan liburan di Sabang. Diving, snorkling dan memancing adalah tiga hal yang tidak dapat dilewatkan disini.

Keindahan pasir putih yang bersih memanggil wisatawan untuk segera menjelajahinya dengan bertelanjang kaki. Gradasi laut berwarna biru muda menuju biru tua, dan tentunya didukung oleh kebersihan dari pantai dan suasana yang sepi karena masih sedikitnya jumlah pengunjung, memanjakan mata siapapun yang melihatnya.

Pemandangan yang asri tidak hanya dari pantai saja, tetapi juga dari pesisir pantai yang tak kalah indahnya dengan kontur bukit hijau dari hutan tropis.

selain itu, terdapat pula lumba-lumba dan nelayan yang sedang mencari ikan menggunakan perahu. Berjalan-jalan disini selain menikmati pemandangan pantai yang indah, juga dapat dilalui dengan bercengkrama bersama para nelayan dan anak-anak setempat yang sedang bermain.



Friday, 8 November 2013

Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part 4

4. Jernihnya Pantai Gapang di Sabang

Pantai ini tidak kalah indahnya dengan Pantai Iboih yang memang letaknya berdekatan hanya 4 Km. Pantai Gapang memiliki panorama yang mempesona dengan cotage-cotage disekitarnya dengan tarif Rp200.000-Rp500.000 per malam.

Pantai Gapang menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menjadi tujuan para pelancong domestik maupun internasional di Sabang. Pemandangan yang unik juga sering dijadikan Pantai Gapang sebagai lokasi berburu favorit para fotografer.

Memasuki Pantai Gapang, wisatawan langsung dihadapkan pada sebuah gapura selamat datang. Melangkah ke dalam, pengunjung bisa langsung merasakan ketenangan hati dengan pemandangan hijau asri pepohonan Gapang yang tumbuh subur di antara batu karang besar yang menjulang di sekitar perbukitan.

Air laut sejernih kristal akan terhampar dan menarik perhatian wisatawan untuk segera menceburkan diri. Di pantai ini terdapat sebuah dermaga kecil yang sangat cocok bagi wisatawan untuk mengabadikan keceriaan dalam bingkai foto.

Birunya laut sangat kontras dengan pasir putih dan hijaunya pepohonan di pantai. Di Gapang, wisatawan juga tentu bisa bersnorkling maupun menyelam melongok ribuan ikan dan terumbu karang.

Alat untuk diving atau snorkling bisa disewa dengan harga terjangkau di lokasi ini. Selain itu, pelancong juga bisa menyewa sepeda motor untuk berkeliling.

Tidak hanya itu, menikmati kuliner di restoran-restoran yang berada di bibir pantai juga menjadi pilihan menarik. Makan dan minum dengan pemandangan yang sangat indah akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan.



Berlibur di Sabang, Inilah 10 Lokasi Wajib Dikunjungi Part-1

Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh, menjadi salah satu lokasi wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Pulau yang ada diujung barat Indonesia itu menawarkan wisata bahari yang mempesona dan sayang untuk dilewatkan. Berikut 10 lokasi wajib yang harus dikunjungi jika berlibur ke Sabang.

Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pulau ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Pulau dengan luas 156,3 kilometer persegi terdiri dari beberapa pulau kecil yang terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2).

Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, dermaga Sabang telah menjadi pelabuhan penting sebagai pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang kemudian dikembangkan menjadi lalu lintas perdagangan barang.

Bisnis mencatat setidaknya ada 10 lokasi yang wajib dikunjungi apabila berlibur di Sabang. Urutan yang dibuat merupakan rute dengan jadwal dan jangkauan dengan perkiraan waktu berlibur minimum 3 hari 2 malam.

Setiba di Pelabuhan Balohan, Sabang, diperkirakan maksimum tengah hari. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa langsung meluncur ke Pantai Iboih. Namun, jika tidak membawa kendaraan, bisa menyewa mobil dengan tarif Rp400.000 atau sepeda motor dengan tarif Rp100.000 per hari dengan perhitungan 12 jam.

1. Pantai Iboih Nan Mempesona

Pantai Iboih terletak di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, atau 23 kilometer dari Pusat Kota Sabang dan dapat ditempuh menggunakan taksi carteran selama 40 menit dari Pelabuhan Balohan. Pantai berpasir putih dengan air yang sangat jernih ini sangat cantik. Kontras dengan birunya langit dan hijaunya pepohonan di bibir pantai serta pemandangan Pulau Rubiah di seberangnya.

Bungalow-bungalow yang didesain berupa rumah panggung di atas tebing karang menjorok ke laut membuat wisatawan betah berlama-lama meski hanya sekedar bengong di depan kamar. Semilir angin laut yang tak begitu kencang dan debur ombak pantai layaknya harmoni alam yang menyejukkan hati dan pikiran.

Untuk menginap, disarankan di pantai ini. Sebab, bungalow-bungalow yang ada di Iboih cukup bersahabat dengan kantong. Bungalow disewakan dengan tarif Rp100.000 hingga jutaan rupiah.

Jangan terlena! masih ada surga dibalik surga Pantai Iboih. Surga yang lebih indah justru ada di bawah laut Pantai Iboih. Ya, tak sempurna bila berlibur ke Pantai Iboih tanpa mengintip indahnya kehidupan bawah laut di pantai ini. Ikan, terumbu karang, penyu, dapat dilihat hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Wisatawan tentu tau cara mengintip surga di bawah laut yang terdapat sekitar 580 spesies ikan ini. Caranya dengan Snorkling dan diving.

Bagi yang memiliki budget minim, mengintip bawah laut Pantai Iboh bisa dengan snorkling. Banyak yang menawarkan perlengkapan snorkling dengan harga yang terjangkau.

Untuk menyewa alat snorkling cukup merogoh kocek Rp40.000 per orang dan peralatan yang dapat digunakan yakni pelampung, masker snorkling dan fin atau kaki katak. Asyiknya, peralatan itu bisa dipakai seharian penuh.

Titik terumbu karang yang indah dan dapat dijangkau dengan snorkling hanya sekitar 5 meter dari bibir pantai Iboih hingga Pulau Rubiah yang berjarak 350 meter. Namun, bila hari beranjak petang disarankan tidak jauh ke tengah laut karena arus air laut mulai deras.

Tak perlu khawatir, jika arus mulai deras, snorkling tetap dapat dilakukan dengan menyusuri bibir pantai berkarang ke arah utara pantai. Terumbu karang berwarna-warni dengan ribuan ikan yang bergerak lincah di dalam jernihnya air bisa membuat lupa waktu.

Bila ingin menikmati alam bawah laut lebih leluasa, menyelam atau diving adalah pilihan yang tepat. Tarif untuk menyewa peralatan diving sekaligus didampingi oleh guide dipatok Rp400.000 per orang atau 25 Euro bagi turis asing.

Tarif tersebut berlaku bagi wisatawan yang belum memiliki sertifikat diving dan harus mendapatkan kursus singkat selama 20 menit tentang cara-cara diving yang benar dan aman dari instruktur.

Bagi wisatawan yang belum memiliki sertifikat diving, kedalaman maksimal yang dapat diselami hanya 10 meter dengan spot yang terbatas. Namun, penyelam pemula dipastikan akan puas menikmati indahnya terumbu karang selama 3 jam.

Sementara itu, wisatawan yang sudah bersertifikat diving dapat menikmati sekitar 20 spot diving yang memukau. Salah satu titik penyelaman yang bisa diselami adalah Titik Nol Kilometer atau yang biasa disebut Wall. Ini adalah dive spot yang sering jadi perbincangan di kalangan wisatawan.

Kemudian ada spot diving the Canyon terletak di sisi ujung Pantai Iboih. Hanya dapat diselami oleh penyelam bersertifikat. Di spot ini arus cukup deras. Namun, pemandangan bawah lautnya luar biasa tiada duanya di bawah kedalaman hingga 30 meter.

The Garden, adalah salah satu spot diving favorit bagi pemula. Di sini layaknya di sebuah taman, ikan dan terumbu karang berwarna-warni. Arus di spot the Garden juga lebih bersahabat. Ikan-ikan di film Finding Nemo semua tampak ceria dan benar-benar seperti dalam dunia dongeng.

Seperti yang diungkapkan oleh warga setempat, "Santai Bang, ini Sabang..!!". Rasanya surga itu ada di Ujung Barat Indonesia. Yuk, ke Sabang?



Wednesday, 11 September 2013

Sisa Keganasan Tsunami Pada Indahnya Pantai Lampuuk Aceh


Bersihnya pasir putih Pantai Lampuuk, Aceh

Tragedi bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Tsunami telah menggulung ibukota provinsi paling ujung barat Indonesia itu.

Keganasan tsunami juga telah menggulung pantai barat Aceh yang dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih sepanjang Banda Aceh hingga Meulaboh. Namun, dari keganasan tsunami itu ternyata masih menyisakan banyak keindahan alam Aceh.

Salah satu pantai indah dan eksotis adalah Pantai Lampuuk yang hanya ditempuh dalam waktu sekitar 15-30 menit dari Banda Aceh. Pantai berjarak 16 kilometer dari Banda Aceh menuju Meulaboh itu sangat mempesona.

Pantai yang terdapat di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar ini dulunya tidak begitu dikenal masyarakat. Saat bencana tsunami melanda Aceh, pantai tersebut hancur dihantam besarnya gelombang tsunami dan menjadi salah satu daerah dengan kerusakan paling parah.

Sebagian besar rumah penduduk di sekitar Pantai Lampuuk hancur lebur diterjang gelombang. Lapangan golf yang ada di sekitar pantai tak luput dari ganasnya ombak tsunami.

Kini, Pantai Lampuuk menjelma menjadi tempat wisata favorit masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya. Setiap akhir pekan, masyarakat Banda Aceh tumpah ruah ke pantai ini.

Pesona Pantai Lampuuk terletak pada keindahan pasir putih yang sangat bersih dengan garis pantai yang cukup panjang ini sedikit menjorok ke daratan sehingga seperti lengkungan setengah lingkaran. Sejauh mata memandang hanya tampak kilauan pasir putih hingga tebing karang diujung lengkungan teluk.

Kontrasnya warna biru langit dengan gumpalan awan putih dilapisi warna hijau pohon pinus yang berbaris rapi dibibir pantai dengan pasir putih bersih tanpa sampah membuat wisatawan kagum pada lukisan Tuhan tersebut. 
Keindahan Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar
Air laut terjauh tampak berwarna biru tua, berangsur menjadi warna hijau tosca pada kedalaman pantai yang lebih dangkal. Kemudian warna air menjadi jernih dan putih menjadi buih ketika ombak pecah menyentuh bibir pantai yang juga berpasir putih.

Wisatawan hanya boleh berenang di batas air berwarna hijau tosca yang ditandai dengan bola-bola terapung sekitar 15 meter dari bibir pantai. Namun, bagi turis yang menyukai olahraga selancar dapat surfing di pantai berombak cukup besar ini.

Menikmati Pantai Lampuuk selain berenang dan surfing, juga bisa mengintip indahnya terumbu karang dan biota laut dengan cara snorkling. Wisatawan juga dapat menikmati keindahan pantai itu dengan teduh di pondok-pondok yang disediakan oleh masyarakat setempat.

Pondok-pondok yang berjejer disela-sela pohon pinus itu dapat digunakan secara gratis. Pengunjung hanya perlu membeli makanan atau minuman yang disediakan oleh rumah makan di sekitar pondok tersebut.

Biasanya makanan yang disediakan adalah ikan bakar lengkap dengan nasi, es kelapa muda, serta makanan dan minuman lainnya. Selain menggugah selera, ikan bakar segar itu dibanderol cukup murah dengan harga Rp40.000-Rp100.000 per ekor.

Barisan pohon pinus di Pantai Lampuuk, Aceh
Pengunjung dapat memilih sendiri ikan yang diinginkan seperti kerapu, bawal, bandeng, dan ikan lainnya tentu dengan ukuran yang berbeda-beda. Hmm.. nikmatnya menyantap ikan bakar dan menyeruput es kelapa muda di bibir pantai nan mempesona.

Wisatawan di pantai ini juga dapat ikut bersama penduduk sekitar untuk melepas tukik-tukik penyu lekang dan penyu belimbing yang telah ditangkarkan. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati keindahan goa yang ada di sekitar tebing ujung Pantai Lampuuk.

Tunggu dulu, masih ada keindahan lainnya yang dapat dinikmati di Pantai Lampuuk. Sunset, ya! matahari tenggelam di pantai ini jauh lebih mempesona dibandingkan dengan sunset di Pantai Kuta, Bali.

Warna jingga hingga kemerahan layaknya terpendar dijernihnya air laut Pantai Lampuuk. Bulatnya matahari terbenam terutama saat cuaca sedang cerah pasti terasa romantis serta membuat kekaguman pada keindahan alam Indonesia semakin memuncak. 

Tak perlu khawatir, untuk masuk ke Pantai Lampuuk wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp3.000 per orang. Di pantai ini telah tersedia fasilitas penginapan, restoran, mushala, dan arena bermain anak-anak. 

Terkait keamanan di Aceh, tak perlu takut karena Aceh sangat aman. Penduduk Aceh sangat ramah dengan budaya yang Islami. Untuk itu, wisatawan disarankan mengikuti budaya Islami tersebut. Yuk, kenali negerimu, cintai negerimu...

Sunday, 25 August 2013

Mengintip Keindahan Bawah Laut Pantai Iboih Sabang

Pemandangan di Anoi Item Resort untuk melihat sunrise
 "Benarkah ini di Surga?" 

Pertanyaan itu akan muncul dibenak siapapun yang menginjakkan kaki di Pantai Iboih, Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh. Pantai yang berada di ujung paling barat Indonesia ini benar-benar sempurna dan membuat siapapun ingin agar waktu terhenti.

Pantai Iboih terletak di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, atau 23 kilometer dari Pusat Kota Sabang dan dapat ditempuh menggunakan taksi carteran selama 40 menit dari Pelabuhan Balohan. Pantai berpasir putih dengan air yang sangat jernih ini sangat cantik. Kontras dengan birunya langit dan hijaunya pepohonan di bibir pantai serta pemandangan Pulau Rubiah di seberangnya.

Bungalow-bungalow yang didesain berupa rumah panggung di atas tebing karang menjorok ke laut membuat wisatawan betah berlama-lama meski hanya sekedar bengong di depan kamar. Semilir angin laut yang tak begitu kencang dan debur ombak pantai layaknya harmoni alam yang menyejukkan hati dan pikiran.

Jangan terlena! masih ada surga dibalik surga Pantai Iboih. Surga yang lebih indah justru ada di bawah laut Pantai Iboih. Ya, tak sempurna bila berlibur ke Pantai Iboih tanpa mengintip indahnya kehidupan bawah laut di pantai ini. Ikan, terumbu karang, penyu, dapat dilihat hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Wisatawan tentu tau cara mengintip surga di bawah laut yang terdapat sekitar 580 spesies ikan ini. Caranya dengan Snorkling dan diving. 

Bagi yang memiliki budget minim, mengintip bawah laut Pantai Iboh bisa dengan snorkling. Banyak yang menawarkan perlengkapan snorkling dengan harga yang terjangkau. 

Penyelam bersiap-siap untuk diving di Pantai Iboih Sabang
Untuk menyewa alat snorkling cukup merogoh kocek Rp40.000 per orang dan peralatan yang dapat digunakan yakni pelampung, masker snorkling dan fin atau kaki katak. Asyiknya, peralatan itu bisa dipakai seharian penuh.

Titik terumbu karang yang indah dan dapat dijangkau dengan snorkling hanya sekitar 5 meter dari bibir pantai Iboih hingga Pulau Rubiah yang berjarak 350 meter. Namun, bila hari beranjak petang disarankan tidak jauh ke tengah laut karena arus air laut mulai deras.

Tak perlu khawatir, jika arus mulai deras, snorkling tetap dapat dilakukan dengan menyusuri bibir pantai berkarang ke arah utara pantai. Terumbu karang berwarna-warni dengan ribuan ikan yang bergerak lincah di dalam jernihnya air bisa membuat lupa waktu.

Bila ingin menikmati alam bawah laut lebih leluasa, menyelam atau diving adalah pilihan yang tepat. Tarif untuk menyewa peralatan diving sekaligus didampingi oleh guide dipatok Rp400.000 per orang atau 25 Euro bagi turis asing. 

Tarif tersebut berlaku bagi wisatawan yang belum memiliki sertifikat diving dan harus mendapatkan kursus singkat selama 20 menit tentang cara-cara diving yang benar dan aman dari instruktur.
Seorang anak bule bermain ayunan di pantai iboih Sabang

Bagi wisatawan yang belum memiliki sertifikat diving, kedalaman maksimal yang dapat diselami hanya 10 meter dengan spot yang terbatas. Namun, penyelam pemula dipastikan akan puas menikmati indahnya terumbu karang selama 3 jam.

Sementara itu, wisatawan yang sudah bersertifikat diving dapat menikmati sekitar 20 spot diving yang memukau. Salah satu titik penyelaman yang bisa diselami adalah Titik Nol Kilometer atau yang biasa disebut Wall. Ini adalah dive spot yang sering jadi perbincangan di kalangan wisatawan.

Kemudian ada spot diving the Canyon terletak di sisi ujung Pantai Iboih. Hanya dapat diselami oleh penyelam bersertifikat. Di spot ini arus cukup deras. Namun, pemandangan bawah lautnya luar biasa tiada duanya di bawah kedalaman hingga 30 meter. 

The Garden, adalah salah satu spot diving favorit bagi pemula. Di sini layaknya di sebuah taman, ikan dan terumbu karang berwarna-warni. Arus di spot the Garden juga lebih bersahabat. Ikan-ikan di film Finding Nemo semua tampak ceria dan benar-benar seperti dalam dunia dongeng.

Seperti yang diungkapkan oleh warga setempat, "Santai Bang, ini Sabang..!!". Rasanya surga itu ada di Ujung Barat Indonesia. Yuk, ke Sabang?