Powered By Blogger

Home

Showing posts with label sumatera utara. Show all posts
Showing posts with label sumatera utara. Show all posts

Sunday, 21 July 2013

Ini Jadwal Kereta Api Bandara Kuala Namu



Bandara Internasional Kuala Namu (KNO)
PT Railink megoperasikan kereta api khusus Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang akan beroperasi secara resmi pada Kamis (25/7/2013) pada pukul 03.55 WIB dari Stasiun Besar Medan dan pukul 05.05 WIB dari Stasiun Kuala Namu.

Untuk tahap awal 25 Juli - 31 Agustus 2013, Railink menggunakan satu set kereta yang terdiri dari empat gerbong KA KRBE INKA diperbantukan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta KRBE Inka memiliki kapasitas 308 tempat duduk dan direncanakan akan beroperasi sebanyak 20 kali lintasan yang terdiri dari masing-masing 10 kali pulang-pergi.

Tarif yang dikenakan kepada penumpang sebesar Rp80.000 sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 28/2012. Penentuan tarif tersebut disesuaikan dengan fasilitas dan pelayanan yang disediakan, interior yang nyaman, seperti AC, rak bagasi penumpang, toilet, reclining seat, pintu otomatis serta bebas asap rokok.

Tiket dapat dibeli di Stasiun KA Bandara Medan dan Kuala Namu. Pembayaran bisa menggunakan kartu prabayar, debit, kredit dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Mega dan Bank DKI serta kartu berlogo Visa. Pemesanan dapat dilakukan maksimal 7 hari sebelum hari keberangkatan.

Disarankan bagi calon penumpang pesawat agar berangkat maksimum 2 jam sebelum jam penerbangan agar tidak ada keterlambatan.

Berikut Jadwal Keberangkatan KA Bandara Kuala Namu :

Nomor KA
Berangkat Medan
Tiba Kuala Namu
Waktu (Menit)
U62
03.55
04.32
0.37
U2A
04.50
05.27
0.37
U4A
06.15
06.52
0.37
U8A
08.20
08.57
0.37
U14A
11.10
11.47
0.37
U18A
13.45
14.22
0.37
U22A
15.15
15.52
0.37
U68
19.20
19.57
0.37
U70
20.20
20.37
0.37


Nomor KA
Berangkat Kuala Namu
Tiba Medan
Waktu (Menit)
U61
05.05
05.50
0.45
U65
06.30
07.14
0.44
U1A
08.00
08.46
0.46
U5A
09.25
10.10
0.45
U11A
12.25
13.09
0.44
U15A
14.45
15.42
0.47
U19A
16.25
17.12
0.47
U23A
18.30
19.14
0.44
U67
20.25
21.02
0.37
U69
24.15
01.01
0.46

Sumber : PT Railink



KA KRBE INKA khusus Bandara Kuala Namu

Sunday, 16 June 2013

Kuliner : Icip-Icip Lontong Malam Khas Medan

Lontong sayur merupakan makanan yang tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Biasanya menikmati lontong sayur dilakukan pada pagi hari dan disajikan masih dalam kondisi yang hangat.

Berbeda dengan masyarakat kebanyakan, di Medan justru unik. Lontong sayur di ibukota Sumatra Utara ini dinikmati pada malam hari. Masyarakat Medan menyebutnya "Lontong Malam".

Kuliner ini sudah ada di Medan sejak lama dan telah menjadi tradisi turun temurun. Makanan ini berbahan lontong dari beras, sayur lodeh dan tauco. Tentu ada bahan-bahan pelengkap lain serta lauk pauk bergantung kreatifitas penjualnya.

Bermacam-macam kuliner malam terutama lontong malam yang bisa dicicipi di Medan. Salah satu rekomendasi banyak masyarakat setempat untuk melahap sedapnya lontong malam adalah "Lontong Malam Makmur".

Warung makan yang sudah dikenal sejak lima tahun terakhir ini terletak di Jalan Setiabudi Nomor 116 Kelurahan Tanjungsari. Lokasinya tak jauh dari Kampus Universitas Sumatra Utara (USU).

Berada di pinggir jalan salah satu pusat kuliner di Medan, Lontong Malam Makmur sangat mudah ditemukan. Buka sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, lontong malam milik Mulyani dan Slamet ini tak pernah sepi pengunjung hingga ludes.

Lontong Malam Makmur memang spesial. Lontong sayur yang disiram dengan kuah santan gurih dan panas. Dilengkapi dengan oseng-oseng bihun, serundeng kelapa, lodeh nangka yang dimasak dengan irisan daging ayam, tauco udang basah, tahu kering, terong hijau, tempe orek, sambal keripik singkong dan sambal pedas.

Menikmati lontong malam juga bisa ditambah dengan lauk pauk lainnya. Mulyani menyediakan telur bumbu bali, perkedel, ayam semur, ayam rendang, ayam goreng, ayam sambal, daging sapi rendang, ikan lele sambal hijau, ikan gembung sambal hijau, ati ampla sambal hijau, telur dadar rebus dan sate telur.

Perbedaan dengan lontong malam lainnya adalah Mulyani enggan memakai penyedap rasa. Dia hanya mengandalkan bahan-bahan alami untuk semua masakannya. Menurutnya, bumbu penyedap justru membuat masakan tidak enak.

Tidak hanya lontong malam, bagi yang tidak menyukai lontong, Mulyani juga menyediakan menu-menu pilihan lainnya seperti nasi gurih, nasi liwet dan nasi putih. Rasanya tak kalah maknyus dari lontong malam.

"Memang yang paling favorit itu lontong malam. Dalam sehari saya membuat lontong sampai 8 kilogram beras dan nasi-nasi lain sampai 20 kilogram. Total rata-rata sehari bisa sampai 30 kilogram beras," ungkapnya.

Ibu berusia 50 tahun ini mengaku membuka warung Lontong Malam Makmur sejak 2008. Dari ide kreatifnya sendiri yang ingin membantu suami untuk memperoleh pendapatan lain. Hobinya memasak akhirnya disalurkan dengan membuat usaha warung makan yang dibantu oleh keempat anaknya.

Saat ini, dari jerih payahnya membuka usaha warung lontong malam tersebut dia bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga memperoleh gelar sarjana. Bahkan, Mulyani dan Slamet telah berhaji ke Makkah dari penghasilan warungnya.

Untuk menikmati menu-menu yang 'nendang' di Lontong Malam Makmur hanya perlu merogoh kocek Rp8.000 hingga Rp15.000 per porsinya. Minuman yang disediakan juga masih tergolong murah mulai dari es teh manis atau orang Medan menyebutnya teh manis dingin Rp3.000 hingga jus buah Rp4.000.

Lontong Malam Makmur libur sebulan sekali yakni setiap awal bulan pada hari Senin pertama. Namun, hari libur bergantung kemauan para karyawan dan anak-anak Mulyani yang menentukannya.

Selain di Lontong Malam Makmur, ada juga lontong malam yang direkomendasikan untuk dicicipi. Lontong Malam Hajah Hajrah nama warungnya.

Warung kaki lima yang terletak di simpang jalan Karantina tepat di samping kuburan tak jauh dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) ini juga ramai dikunjungi pembeli.

Mengandalkan rasa gurih dan manis serta tentunya pedas seperti ciri khas kuliner Medan lainnya. Perbedaannya hanya pada tambahan sambal teri kacang dan lauk pelengkapnya.

Hajrah menambah lauk ayam goreng, dendeng balado, sate telur puyuh dan lauk lainnya. Dipatoh dengan harga Rp8.000 hingga Rp13.000 per porsinya, lontong malam Bu Hajrah laku hingga 100 porsi setiap hari. Warung ini buka pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WIB sudah tak bersisa. Hmm.. Maknyus!

Menagih Janji 'Ganteng' di Kursi BK-1

Pasangan Gatot & Tengku Erry saat Pilgub 2013
Menagih Janji 'Ganteng' di Kursi BK-1 

Gedung DPRD Provinsi Sumatra Utara mulai berhias. Tenda-tenda di luar gedung dewan mulai dipasang. Sekitar 1.000 undangan telah disebar kepada menteri, pejabat, tokoh hingga duta besar negara sahabat. 

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi siap digelar Senin lusa (17/6/2013). Pasangan Cagub-Cawagub pemenang pemilihan kepala daerah yang digelar pada 7 Maret 2013 siap dilantik secara resmi.

Pasangan Gatot-Erry yang memiliki sebutan 'Ganteng' memenangkan Pilgub Sumut dengan mendulang suara sebanyak 1.604.337 suara atau 33% dari total suara sah. Pasangan nomor urut 5 ini diusung oleh Partai Keadilan Sehjahtera (PKS), Hanura, Patriot, PKNU dan Nasdem.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU Sumut di 33 kabupaten/kota, pasangan Ganteng memenangi pertarungan kursi BK-1. Suara pasangan ini dibuntuti oleh pasangan nomor urut 2 yakni Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi (Esja) dengan perolehan 1.183.187 suara atau 24,34%.

Jumlah suara berikutnya adalah pasangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Gusman) yang memperoleh 1.027.433 suara atau 21,13%. Kemudian pasangan nomor urut 4, Amri Tambunan-RE Nainggolan yang meraup 594.414 suara atau 12,23%.

Di posisi terakhir pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Charly), nomor urut 3, mendapat 452.096 suara atau 9,30%. Total suara sah dalam Pilgub Sumut sebanyak 4.861.467 suara, dan suara tidak sah sebanyak 139.963 dan tingkat partisiasi pemilih sebanyak 5.001.430 jiwa.

Sesaat setelah KPU Sumut menetapkan kemenangan Gatot-Erry, Gubernur terpilih langsung mengadakan konferensi pers. Dihadapan awak media dan pendukungnya, Gatot berterima kasih kepada seluruh bagian masyarakat yang telah mempercayakan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur kepada pasangan Ganteng.

Dia berharap, pembangunan provinsi Sumut harus dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat. "Ini sebuah kepercayaan dan amanah yang berat," katanya.

Provinsi Sumatra Utara memiliki jumlah penduduk mencapai 15 juta jiwa dengan angkatan kerja sebanyak 6,45 juta orang yang terdiri dari 6,06 juta orang yang bekerja dan 0,39 juta orang penganggur.

Pada Februari 2013, angka pengangguran di Sumut tercatat turun tipis sebesar 0,30% yakni sebanyak 387.900 orang menganggur dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai 413.600 orang.

Badan Pusas Statistik (BPS) Sumut mencatat jumlah penduduk miskin di Sumut terus menurun meskipun penurunannya sedikit lambat. Pada Maret 2008, jumlah penduduk miskin mencapai 1,61 juta jiwa atau 12,55% dari total penduduk. Kemudian turun menjadi 1,49 juta jiwa atau 11,51% pada Maret 2009.

Angka jumlah masyarakat miskin pada 2010 juga kembali turun tipis menjadi 1,49 juta jiwa atau 11,31%. Pada 2011, prosentase penduduk miskin mencapai 11,33% atau menjadi 1,48 juta jiwa. Terakhir pada September 2012, jumlah penduduk miskin mencapai 1,37 juta jiwa atau 10,41% dari total penduduk.

Dalam lima tahun terakhir, BPS mencatat angka inflasi Sumut mengalami fluktuasi. Pada 2008 angka inflasi Sumut mencapai 10,72%, kemudian turun pada 2009 hanya mencapai 2,61%.

Kemudian pada 2010 angka inflasi Sumut mencapai 8,0% atau lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 6,96%. Sedangkan pada 2011, angka inflasi mencapai 3,67% atau lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 3,79%.

Pada 2012 angka inflasi Sumut sebesar 3,86%, lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 4,30%. Namun, pada Mei 2013 Sumut tercatat masih mengalami inflasi sebesar 0,28%. Padahal secara nasional mengalami deflasi sebesar 0,30%.

Provinsi Sumut periode 2008-2012 mengalami pertumbuhan diatas rata-rata nasional, yaitu sebesar 6,1% pertahun, sedangkan nasional mengalami pertumbuhan sebesar 5,9% pertahun. Pada 2012, Sumut tercatat tumbuh sebesar 6,22% dan pada triwulan I/2013 pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 6,14%.

Struktur ekonomi Sumut selama lima tahun terakhir didominasi sektor industri pengolahan sebesar 22,99%, kemudian diikuti sektor pertanian 22,63%, sektor perdagangan, hotel dan restoran 19,10%, sektor jasa-jasaa 10,68% dan sektor lainnya 24,60%.

Pendapatan daerah Sumut pada 2008 terealisasi sebesar Rp3,22 triliun, pada 2009 Rp3,21 triliun, pada 2010 sebesar Rp3,88 triliun, pada 2011 mencapai Rp4,98 triliun dan pada 2012 melonjak jadi Rp7,26 triliun. Sementara untuk realisasi belanja daerah pada 2008 sebesar Rp2,96 triliun, pada 2009 Rp3,44 triliun, pada 2010 sebesar Rp3,66, pada 2011 mencapai Rp4,61 triliun, dan pada 2012 melonjak menjadi Rp7,70 triliun.

Di sisi lain, pada 2008 perdagangan luar negeri Sumut mengalami surplus sebesar US$5,56 miliar. Volume expor mencapai 8,5 juta ton dengan nilai US$9,26 miliar sedangkan volume impor 5,8 juta ton dengan nilai US$3,69 miliar.

Neraca perdagangan Sumut pada 2009 anjlok 32,88% dibandingkan tahun sebelumnya kendati masih mengalami surplus sebesar US$3,73 miliar. Volume expor mencapai 8 juta ton dengan nilai US$6,46 miliar dan merosot hingga 30,25% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan volume impor 5,2 juta ton dengan nilai US$2,72 miliar atau turun sebesar 26,29%.

Pada 2010, perdagangan luar negeri Sumut kembali meningkat hingga surplus sebesar US$5,57 miliar. Volume expor mencapai 7,9 juta ton dengan nilai US$9,14 miliar sedangkan volume impor 6,1 juta ton dengan nilai US$3,57 miliar.

Lalu pada 2011, neraca perdagangan Sumut mengalami surplus US$6,92 miliar. Volume expor mencapai 8,1 juta ton dengan nilai US$11,88 miliar sedangkan volume impor 6,7 juta ton dengan nilai US$4,95 miliar.

Tahun lau, Sumut masih mengalami surplus perdagangan luar negeri mencapai US$5,13 miliar. Volume expor mencapai 8,9 juta ton dengan nilai US$10,38 miliar sedangkan volume impor 6,8 juta ton dengan nilai US$5,25 miliar.

Nilai ekspor Sumut pada April 2013 mencapai US$799,45 juta atau mengalami peningkatan sebesar 5,02% dibanding ekspor Maret 2013. Namun demikian, bila dibanding April 2012 mengalami penurunan sebesar 6,62%.

Sementara itu, impor Sumut pada April 2013 mencapai US$422,77 juta, atau turun sebesar 5,96% dibanding Maret 2013 yang sebesar US$449,57 juta. Namun demikian, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, angka impor April 2013 mengalami peningkatan sebesar 6,51%.

Neraca perdagangan luar negeri Sumut pada April 2013 mengalami surplus sebesar US$376,68 juta, angka ini naik 20,86% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar US$311,67 juta.


Janji-Janji Ganteng

Dalam kampanyenya, pasangan Gatot-Erry akan menjadikan program prioritas di tiga sektor, yakni infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Tiga sektor ini, menjadi program unggulan selama memimpin Sumut periode 2013-2018. Di bidang infrastruktur, Sumut tergolong masih jauh tertinggal.

“Kami [Gatot-Tengku Erry] akan mengedepankan penyediaan sarana jalan raya dan pendidikan gratis di Provinsi Sumatra Utara,” jelas Gatot Pujo Nugroho dalam orasi politiknya dihadapan massa pendukung saat kampanye.

Pembangunan jalan dan akses infrastruktur lainnya masih tersendat-sendat. Harapan mulai muncul ketika dibangun Bandara Internasional Kuala Namu dan rencana pembangunan tol trans Sumatra yang melewati Sumatra Utara.

Di bidang pendidikan, pasangan Gatot-Erry bertekad akan menggratiskan siswa sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMP. Anak-anak di Sumut diwajibkan untuk bersekolah selama 12 tahun tanpa dipungut biaya sepeserpun. Begitu juga dengan peningkatan gaji guru yang jumlahnya hampir 120.000 guru.

Selanjutnya, di bidang kesehatan pasangan Gatot-Erry merancang program pengobatan gratis bagi pasien miskin. Pasangan ini ikut memberikan pelayanan rumah sakit dan puskesmas sebagai ujung tombak bagi pelayanan kesehatan di Sumut. 


Harapan Pengusaha

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Parlindungan Purba mengharapkan pasangan 'Ganteng' dapat melanjutkan program-program yang telah berhasil dijalankan pada periode sebelumnya. Fokus Pemrpov antara lain mengarahkan agar Sumut menjadi primadona bagi investor di Sumatra.

"Dalam arti investasi di sektor barang dan jasa, ini bisa jadi penggerak ekonomi, bisa menyejahterakan masyarakat. Tentu bisa dengan melibatkan lagi dunia usaha dan tokoh masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan, Sumut diibaratkan seperti gula yang sedang diminati investor dunia salah satu contohnya adalah gelaran SOM APEC ke-3 di Medan mendatang. Untuk itu, dia berharap gubernur dan wakil gubernur dapat mempermudah permasalahan tanah dan perijinan agar mendorong investasi.

Sebagai mantan ketua DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumut, Erry dinilai memiliki pemikiran seperti layaknya pengusaha swasta. Parlindungan optimistis kepemimpinan Gatot-Erry saling melengkapi dan saat ini adalah momentum yang tepat bagi Sumut untuk bangkit.

Tohar Suhartono, Wakil Ketua Kadin Sumut Bidang Energi dan Mineral, mengatakan pekerjaan rumah terberat bagi 'Ganteng' adalah perdagangan bebas Asean (Asean Free Trade Area/AFTA) pada 2015 mendatang.

Bahkan, akan bertambah berat jika sudah ditambah dengan China. Menurutnya, Sumut harus siap dengan CAFTA dan AFTA. Pasalnya, jika tidak siap, gempuran produk-produk China akan semakin tidak terkendali.

"Bandara Kuala Namu harus segera selesai, kebijakan gubernur harus berpihak pada UKM, harus berjuang ke pusat untuk mengatasi krisis gas dan listrik," paparnya.

Pasangan 'Ganteng', sambungnya, harus bisa memperjuangkan kepada pemerintah pusat agar listrik dan gas bisa bertambah pasokannya. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi daya saing industri di Sumut.

Infrastruktur jalan, kata dia, juga perlu menjadi prioritas gubernur baru nanti. Jika akses antar kota di Sumut masih memprihatinkan, pada 2015 mendatang masyarakat akan lebih memilih produk-produk China yang lebih murah karena biaya logistik dalam negeri sangat tinggi.

Khairul Mahalli, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Utara Bidang Logistik dan Multimoda, mengatakan konsep kerjasama pemerintah dan swasta (Public-Privat Partnership/PPP) membuat fungsi pemerintah sebagai regulator harus dimaksimalkan oleh pasangan 'Ganteng'.

"Kemudian yang terpenting gubernur dapat memilih tim di kepala dinas dan SKPD yang betul-betul mau dan mampu, maksudnya mau bertugas sesuai dengan Tupoksi, dan mampu. keduanya saling bersinergi," tuturnya.

Pasangan 'Ganteng' akan menjadi managing director yang harus mengatur seluruh tugas dinas-dinas dibawahnya. Mereka akan mendelegasikan tugasnya kepada bawahan dan tanggung jawab tetap berada pada gubernur dan wakil gubernur.

Permasalahan yang perlu diselesaikan oleh gubernur dan wakil gubernur adalah infrastruktur dan suprastrukur. Infrastruktur mengenai aksestabilitas di Sumut yang menimbulkan biaya logistik mahal. Sedangkan suprastruktur adalah aturan yang tumpang tindih.

"Menyangkut aturan, jangan sampai tumpang tindah sehingga membuat biaya ekonomi tinggi. Akses infrastruktur Kuala Namu, akses jalan ke kabupaten/kota, harus ada blue print yang jelas, semua berkesinambungan. kalau ada tinggal diikuti," tegasnya.


Undang 10 Menteri KIB II
  
Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi diagendakan digelar pada Senin (17/6/2013). Sebanyak 10 menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II dijadwalkan menghadiri seremonial tersebut.

Kepala Bagian Inpro Sekretariat DPRD Sumatra Utara Satudin Wade mengatakan persiapan pelantikan sedang dilakukan. Pihak panitia telah menyebar lebih dari 1.000 undangan yang ditujukan bagi tokoh-tokoh nasional dan lokal Sumut.

"Undangan ditujukan kepada gubernur se-Indonesia, walikota dan bupati se-Sumut, ketua DPRD se-Sumut, kepala dinas di jajaran pemrpov Sumut, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung saat Pilgub juga diundang. Mereka adalah Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman dan Amri Tambunan-RE Nainggolan.

Dia menambahkan, undangan juga ditujukan kepada 10 menteri dan beberapa staf kementerian. Antara lain Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menko Kesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri.

Undangan juga ditujukan kepada Dirjen Kesbang Kemendagri, Dirjen Otda Kemendagri, Direktur Fasilitas Kepala Daerah dan DPRD Kemendagri, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri dan Direktur Pejabat Negara Kemendagri.

Dalam daftar undangan juga terdapat nama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhatono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Muldoko. Selain itu, sejumlah tokoh dijadwalkan akan hadir seperti Ketua Partai Hanura Wiranto, Ketua KPU Husni Kamil, Ketua Bawaslu Muhammad, Ketua DPR Marzuki Ali.

Sementara sejumlah tokoh lain juga diundang seperti OC Kaligis, Todung Mulya Lubis, Hotma Sitompul, Hilmi Aminuddin, Osman Sapta, Akbar Tandjung, Surya Paloh, MS Kaban, Fauzi Bowo, Anis Matta, Tumpak Hatorangan Panggabean, Adnan Buyung Nasution, Ganjar Pranowo dan Eep Syaifullah Yusuf.

Sejumlah anggota DPR juga diundang termasuk 33 anggota DPR asal Sumatra Utara. Duta besar dan konsulat jenderal negara-negara sahabat juga tidak luput dari daftar undangan pelantikan 'Ganteng' tersebut.

==========================================================================
Profile Gubernur-Wakil Gubernur Sumut:
==========================================================================
Gubernur Sumatera Utara
Nama : H. Gatot Pujo Nugroho, ST
Tempat/Tanggal Lahir : Magelang, 11 Juni 1962
Pendidikan Terakhir : Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil ITB 1999
Istri : Hj. Sutias Handayani, AMd
Anak : 5 orang
Jabatan :
Dosen Politeknik Negeri Medan (Polimed) 1986-2005
Wakil Gubernur Sumut 2008-2011
Gubernur Sumut 2013
Komisaris PT Fasbiru 2005-sekarang
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut 2006-2011
=========================================================================
Wakil Gubernur Sumatera Utara
Nama : Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 30 Juni 1964
Pendidikan Terakhir : Pasca Sarjana (S2) Program Perencanaan Wilayah juga di Universitas Sumatera Utara (USU) 2009
Istri : Hj. Evi Diana br Sitorus
Anak : 3 orang
Jabatan :
Pengusaha
Bupati Serdang Bedagai 2005-2013 (2 Periode)
==========================================================================