Monday, 25 July 2011

Jelang Lebaran, PT ASDP Impor 4 Kapal Bekas

Kapal-kapal bekas tersebut akan didatangkan dari Korea atau Eropa.
Jum'at, 22 Juli 2011, 15:55 WIB
Antique, Sukirno

VIVAnews - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengimpor empat kapal bekas khusus penumpang untuk mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran, terutama di pelabuhan Merak-Bakauheni.

"ASDP sedang pesan tambahan armada empat buah kapal bekas. Kalau dapat, diusahakan sebelum Lebaran," kata Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar di kantornya, Jakarta, Jumat 22 Juli 2011.

Sampai saat ini, kata Mustafa, pihak ASDP masih mengusahakan pengadaan kapal bekas dari berbagai sumber dan ditargetkan terpenuhi sebelum masa puncak arus mudik Lebaran mendatang. "Mereka sedang kerja terus untuk proses ke situ. Kita belum tahu dari mana kapalnya. Barangkali, dari Korea atau Eropa," ujarnya.

Namun, ia menuturkan, jika pihak ASDP tidak mendapatkan kapal bekas dari Korea atau Eropa, kapal yang ada di pelabuhan lain akan digeser sebagai penguatan di pelabuhan Merak-Bakauheni atau pelabuhan yang sangat tinggi volume penumpang arus mudik Lebaran.

Selain itu, Mustafa menjelaskan, dalam rapat kabinet bersama presiden beberapa waktu lalu, diinstruksikan supaya ada kelancaran transportasi, keamanan pangan, hemat energi, ketersediaan barang, dan distribusi menjelang Puasa dan Lebaran.

"Saya ingin agar PT KAI, Garuda, Pelni, ASDP, menyiapkan diri secara khusus untuk memasuki Lebaran. Jadi, ketersediaan cukup serta kelancaran dan pelayanan diusahakan lebih besar, sesuai perkiraan penumpang yang akan tinggi di Lebaran," kata Mustafa.

Kementerian BUMN, lanjut Mustafa, sudah memanggil BUMN-BUMN terkait dengan persiapan Lebaran. Namun, karena belum keseluruhan hadir, ia menginstruksikan kepada Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik segera melakukan pertemuan lanjutan.

Sementara itu, jumlah armada yang disiapkan masing-masing BUMN, Mustafa hanya menyebutkan akan menyesuaikan dengan kebutuhan tingkat peningkatan pada saat Lebaran mendatang.

Sedangkan jumlah angka pastinya, kata Mustafa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Perhubungan untuk mengevaluasi dan pendataan. "Kita harap semua siap, kereta siap tambah gerbong, ASDP siap sedang tambah kapal, sudah masuk RKAP (rencana kerja anggaran perusahaan)," tuturnya.
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment